Barokah Allah tak kenal waktu dan tempat

Selamat pagi sahabatku, 

Terlihat tiga ekor burung asik mencari sisa makanan dari ibu penjual nasi

Aku tak tau kenapa alhir akhur ini tulisanku terarah pada hal hal ya g sifatnya religius. Semoga saja Allah terus menjaga hati dan pikuranku untuk selalu dekat denganNya. 
Media sosial sekaranb ini mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia menjadi menu utama untuk pilihan di “tengok” . Tidak terkeculi saya, yang juga di gawainya  mengijuti beberapa group WA. Sepertibiasa saat pagi khususnya waktu menunggu saya sempatkan untuk membaca pesan pesan yang masuk. Kali ini aku fokus pada hal riski dari Allah SWT. Begini cuplikan pesan itu : 

Ini Doa Keluar Rumah Rasulullah SAW saat Rezeki Seret

Ketika keluar rumah, kita dianjurkan untuk berdoa agar memantapkan hati dan membuka harapan-harapan baru. Tentu saat keluar rumah kita dianjurkan untuk memohon keselamatan dari segala marabahaya di luar rumah.
Tetapi ketika rezeki lagi seret dan penghidupan lagi sempit, ada baiknya kita menambahkan doa keluar rumah dengan doa yang diajarakan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA sebagai berikut.

بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta‘jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.
Artinya, “Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.”
Dengan doa ini, kita berharap kepada Allah untuk membuka pintu-pintu rezeki di luar rumah. Kita juga memohon kepada-Nya untuk memberikan ketenteraman batin kita di tengah kondisi kritis dalam hal finansial.
Riwayat ini dapat disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar, yang biasa disebut Al-Adzkar. Sumber : wa group WPO.
Disatu sisi, pagi ini saya diminta menemani pimpinan untuk berdiskusi dengan mitra kerja kami di salah satu restoran di bilangan Jakarta Selatan. Karena berdasarkan pengalaman kemarin kemarin selalu macet di Jakarta, maka akunupayakan untuk datang lebih awal, alhamdulilah aku datang 90 menit dari waktu disepakati. Akhirnya saya duduk di salah satu halte tidak jauh dari tempat pertemuan kami. Sambil menunggu dan menunggu saya tertarik dengan situasi di sisi sebelah kanan saya, yang tadinya ada seorang ibu yang berjualan nasi untuk para pekerja di depan posisi duduk saya diseberang jalan. 

Ya… sekawanan burung yang sedang asik menikmati sarapan pagi di tempat yang telah di tinggalkan oleh ibu penjual nasi tadi. Pertanyaan sederhananya adalah, apakah sang burung tau kalau di tempat samping kanan saya duduk di halte ada sisa sisa makanan yang tercecer? Dari mana butung itu tau kalau ada makan ? Dan kenapa burung itu bisa bertahan hidup di tengah hiruk pikuknya jakarta, beda dengan di padang rumput atau hutan yang banyak biji bijian untuk makanan sang burung? Inilah yang kuamati silahkan lihat dalam video ini

Sahabatku, ternyata ada hubungan antara pesa  yang di blast di wa group dengan situasi dan kindisi yang kutemukan pagi ini. Yakinlah sahabatku, rejeki itu Allah yang tanggung, kepada semua mahluk ciptaaannya tanpa membedakan muslim atau non muslim. Hanya yang lebih utama adalah kita berharap setiap rejeki yang kita terima memounyai nilai keberkahan, bukan besar kecilnya tapi nilai manfaatnya buat, kita, keluarga dan orang orangb isekitar kita. So sahabat mari saya mengajak kuta semua untuk terus mengingat dan mendekat kepada Nya, serta selalu memohon pertolongan dari Nya. In sya Allah akan di cukupkan dan di berikan keberkahan atas rejeki yang kita terima serta ingat sisihkan juga kepada yang lain. 

Dan burung itu adalah salah satunya, mendapati rejeki dari sang penguasa langut dan bumi. Mohon maaf kalau adahak yang kurang pas dalam menyampaikan tulisan ini. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: