9 Tahun Sudah Bunga Matahariku

Tepat hari ini sembilan tahun yang lalu, engkau terlahir dari bunda Venty bertepatan dengan kumandang adzan shalat magrib di Rumah Sakit PMI Bogor. Sebuah prosesi perjuangan seorang ibu, untuk melahirkan anak keduanya buah hati dari ku. Tidaklah mudah untukmu istriku, kehamilan sang bayi kedua ku harus secara rutin menempuh jarak yang jauh sekedar konsultasi dengan dokter kandungan. Ya kamu harus lahir di sarana kesehatan yang setiap saat bisa dilakukan operasi cessar, meski sang dokter telah memberikan penjelasan dan ijin kalau engkau boleh terlahir dengan normal. Itu semua karena riwayat kelahiran pertama kakakmu dengan bantuan operasi cessar.

Anaku, aku masih teringat saat menunggu bundamu, sesaat akan melahirkan mu. Sungguh perjuangan yang tidak bisa ku tuliskan dalam bait-bait kalimat, tapi ayah menjadi saksinya, ayah tak merasakan sakit nya, namun hanya bisa menemani dan menyemangati ibu mu. Dan saat waktunya tiba maka keputusan harus diambil, saat pembukaaan sudah maksimal, sang perawat menemui ku dan bertanya, apakah akan tetap menunggu dokter yang saat itu hari libur sedang terjebak macet menuju kota Bogor. Kami katakan tidak usah kami percaya, dengan ibu bidan dan perawat terampil lainnya in sya allah dapat lancar dalam prosesi kelahiranmu. Dan benar itulah sekelumit cerita prosesi kelahiran mu sembilan tahun yang lalu.

Anakku, Nur Naflah Habibah si cantik Naflah kami memanggil. Sekarang kamu telah tumbuh dan berkembang menuju pertumbuhan dan kematangan untuk pendewasaanmu kelak. Ayah bunda bangga padamu nduk, kami selalu mengisi kebahagiaan bersama Mba Jasmine dan sekarang beserta Mas Igo.

Doa kami untuk mu anakku sayang, bertumbuhlah dengan sehat anakkku yang terlahir dengan penuh kesempurnaan karena keagungan Allah SWT, jadilah anak yang sholehan se ayu bundamu, doakan kami untuk tetap sabar dan selalu bisa membimbingmu hingga kelak kami harus melepaskanmu, dan bahagiakan ayah bunda dan saudaramu ya nduk. Kalau kelak kamu tak menemukan ayah bundamu di syurga maka mintakan sama Allah untuk bisa bersamamu di syurga. 

Maafkan kami ya nduk, belum bisa memenuhi harapan mu saat ini, tapi yakinlah kamu akan dapat menggapai asa dan cita citamu kelak karena doa kami, semoga kamu menjadi insan muda yang selalu bisa menerangi dirimu, keluargamu dan orang orang terkasih disisihmu makanya kami berikan nama Naflah sang bunga matahari. Selamat ulang tahun mba Naflah

Aamiin, di tulis diatas bus transjak sambil menikmati macetnya jakarta karena proses pembangunan LRT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: