Hereditas Menurut Mendel

Wah itu sih keturunan dari orang tua mu… koq persis di miliki anak mu tho… barang kala hal ini sering kita dengar di kehidupan kita sehari hari. namun mari kita telisik pewarisan watak yang diturunkan oleh orang tua kepada anak dengan terlebih dahulu saya akan memperkenalkan dengan teori yang terkenal dengan Hereditas Mendel…

Menurut teori:
Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar, atau status sosial.

Sudah terlihat jelas oleh manusia-manusia sejak dahulu bahwa keturunan menyerupai induknya. Seperti contohnya pada buku Kejadian 30-46 meceritakan bagaimana Yakub dan Laban membagi domba mereka menjadi domba yang putih dan domba yang berbintik-bintik untuk memastikan tidak ada yang tercuri. Walaupun sudah jelas bagi orang-orang zaman dahulu bahwa dalam hereditas sifat dan watak diwariskan, mekanisme dari hereditas itu sendiri masih belum jelas. Sumber : http://goo.gl/iHqa7O

Kusadari saat tiba di Stasiun Cawang
Kusadari saat tiba di Stasiun Cawang

Dan fakta itu akhirnya terbukti dalam kejadian dua hari ini. Pertama pada diriku saat pulang kerja kebiasaan ku mengganti sepatu kerja dengan sepatu untuk pulang dan pergi. Ternyata baru kusadati setelah lebih dari hampir tiga puluh menit kalau sepatu yang ku pakai ternyata berbeda antara sepatu kanan dengan sepatu kiri, kusadari saat menuruni tangga stasiun cawang karena merasa tekanan antar kaki tidak sama, saat kutengok ke bawah ya ampun… Ternyata aku salah pakai sepatu… Sambil merasa keki, kali aja ada orang yang melihat kejadian ini. Sontak saat kami tiba di rumah menjadi bahan diskusi kita dirumah yang lucu.

Kejadian lain pada pagi, sesaat kami mengantar Mba Jasmine dan Mba Fla ke sekolah … Ternyata saat turun di halaman sekolah, mba Fla mengingatkan Kakaknya kalau dia masih pakai sendal, sontak mba Jasmine merengek untuk pulang kembali agar bisa mengganti sendal yang dipakainya dengan sepatu sekolahnya.

Secara teori mendel saya percaya, namun untuk kejadian ini tidaklah tepat untuk contoh kejadian ini. Ini semua terjadi karena kekurang telitian kita yang disebabkan karena faktor “terburu buru” kemarin sore aku terburu buru ingin segera sampai rumah tepat waktu, sedangkan kejadian pada mba Jasmine karena waktu berangkat ke sekolah yang sudah sangat mepet boleh dikata “telat”. Jadi sebenarnya pembelajaran yang bagus adalah kita semua harus teliti dan penuh ke hati-hati an dalam setiap melakukan tindakan.

wp_ss_20150313_0001[1]

Salah satu quote menarik pagi ini yang di tuliskan dalam status medsosnya yang tentunya pembelajaran dan pengingat yang bagus dalam memanfaatkan media guna menunjang komunikasi yang baik.. Makasih semuanya… Istriku Venuha yang selalu mensupport ku kapan pun itu. I love my family.

Ditulis di atas public transportaion menuju kantor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: