Kelinci Putih

Pada jaman dahulu kala di kerajaan antahbarantah, tertulis kisah seorang putri raja yang sangat cantik jelita. Ya kalau jaman sekarang kaya putri Anna dalam kisah film Frozen….kurang lebih kecantikannya. Sebagai anak tunggal dari rqja dan ratu kerajaan antahberantah itu, pastilah kalau dari sisi kebutuhan hidup semua serba terpenuhi tak kurang satupun.

Namun karena sebagai seorang putri raja, maka ada tata krama yang terbingkai yang menjadikan pembatasan dalam harus bergaul dengan teman sebayanya. Sebenarnya sang putri ingin sekali bisa bermain setiap saat seperti anak anak sebaya dari rakyat kerajaan. Namun aturan protokolerlah yang menjadikan ini berbeda.

Karena semua serba terpenuhi, akhirnya sang raja mendapatkan hadiah dari salah satu teman raja dari kerajaan lainnya berupa seekor kelinci. Kelincinya berwarna putih, yang selanjutnya oleh sang raja di jadikan hadiah untuk putri mahkota. Karena kesepian dan ajaran sejak kecil mengikuti protokoler kerajaan maka sang putri merasa sangat senang sekali dengan hadiah seekor kelinci putih itu. Bahkan karena dengan penuh kasih sayang sang putri mahkota bahkan harus mencari makanan kesukaan sendiri tanpa di bantu abdi dalem kerajaan. Rerumputan hijau muda yang segar di sekitar danau istana kerajaan itu lah yang menjadi kegemaran sang kelinci. Kebersamaan antara putri mahkota dan kelinci putih ternyata sangat dekat sekali. Hingga masa masa dimana sang putri mahkota pernah merasa kesepian akhirnya berubah menjadikan hari hari bahagia. Persahabatan mereka bahkan seolah olah mereka adalah bukan kelinci sang hewan peliharaan tetapi sebagai jelmaan sang pangeran, seperti yang pernah putri mahkota mendapatkan mimpi dalam tidurnya.

Sejak mimpi itu hadir maka sang putri mahkota bukan hanya mengasihi kelinci sebagai hewan peliharaan kesukaannya tetepi dijadikan sebagai sahabat bermain layaknya sebagai seorang pangeran. Maka setiap saat bertemu sang putri mahkota selalu berbicara pada sang kelinci putih. Seakan mendapatkan respon berupa balasan suara dari sang kelinci maka setiap saat sang putri mahkota selalu bersama dan bercerita semua hal tentang hidupnya. Hal ini karena sang putri mahkota merasa nyaman untuk bercerita, menyampaikan apa yang dirasa dan dipikuranya dan diharapkannya. Sang kelinci pun seolah memberi jawaban yang sang putri harapkan.

Pertemanan sang putri mahkota dengan kelinci putih terus berlanjut hingga waktu yang cukup lama. Nah tibalah pada saat nya. Sahabat sang raja datang berkunjung. Dalam kunjunganya sang raja menanyakan bagaimana hadiah kelinci putih yang diberikan dulu. Dan sang raja menceritakan persahabatan putri mahkotanya dengan sang kelinci sangat bahagia dan sang raja dapat melihat perubahan pada putri mahkota. Sahabat sang raja melihat persahabatn putri mahkota dengan kelinci putih menjadi bimbang, karena kunjungan kali ini sebenarnya ingin meminta kembali kelinci putih tersebut untuk di kembalikan pada habitat asalnya. Akhirnya sang sahabat Rama mempunyai ide yang kebetulan pada saat itu datang bersama putra mahkota raja seorang pangeran tampan untuk di jadikan teman sang putri mahkota. Bahkan berniat untuk menjodohkannya.

Singkat cerita kedua insan putra dan putri mahkota menikah dengan bahagia walaupun dalam perjalannya sebagai keluarga mengalami riak kecil kehidupan tapi suatu saat kelak mereka hidup penuh bahagia dengan hadirnya anak anak ketrurunan putra dan putri mahkota. Dan tinggal dalam istana barunya. Tapi dibalik cerita pernikahannya ternyata pada saat menerima pinangan dari sang pangeran ada kesedihan karena perpisahan sang putri mahkota dengan kelinci putih kesayanganya. Yang kemudian putus kontak semuanya untuk saking bisa berkomunikasi seperti masa masa bersama setiap jari saling berbagi cerita. Dan pada saat itu terucap permintaan dimana tetap boleh mengunjungi kelinci putih untuk menyapanya atau bersamanya.

Ternyata hubungan persahabatan yang di penuhi dengan kasih sayang antara sang putri mahkota dengan kelinci putih walau terpisah jauh teryata tetap terjalin dengan menggunakan indra ke enam dari masing masing dua mahluk yang berbeda. Mungkin kalau jaman sekarang ini seperti telepon, tapi mereka menggunakan telepati. Selain itu sang putri mahkota tetap rajin menuliskan setiap apa yang ingin di sampaikan kepada sang kelinci dengan menulisnya di buku, yang kelak di kenal dengan kitab “story of my life”. Selain menulis ternyata diluar kemampuan telepatinya mereka saling mendoakan untuk kebahagiannya kelak.

Demikian akhir cerita sang putri mahkota yang kemudian hidup bahagia dengan sang pangeran tinggal di istana raja dengan putra putrinya kelak. Namun persahabatan yang dilandasi kasih sayang antara putri mahkota dengan kelinci putih tetap terjalin dengan kontak telepatinya.

Diambil dari kisah kitab kitab cerita negeri kerajaan antatberantah yang hingga kini sering dijadikan cerita atau latar belakang film film persahabatan sejati. Ditulis diatas Commuter line dan bus kota.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: