Analitik logis berbahasa pada batita

Mengamati masa pertumbuhan fan Perkembangan anak menjadi kegiatan yang menantang dan mengasikan. Terlebih jika kita bisa mendokumentasikan setiap fase tumbuh kembang ini dengan secara konsisten dan tertata rapi. Terus twrang saya termasuk orang yang kurang memperhatikan fase tumbuh kembanga ini.

Tetapi sebenarnya kita semua tidak mengamatinya hanya saja semua hasil amatan hanya disimpan dalam memori kita (ngelmu titen), namun sekarang teknologi membantu memudahkan kita untuk merekam setiap kejadian apapun dari waktu ke waktu. Saya pernah menuliskanya salah satu kemampuan berbicara pada anak yang dalam fase “mem-beo”. Kejadian ini saya amati pada anak lanang kami, mas Igo. Sungguh luar biasa tidak hanya sekedar membeo tetapi sekarang sudah lebih meningkat.

Saya menyebutnya dengan fase analitik logis dari kemampuan berbicara mas Igo. Mengapa saya katakan sekarang memasuki kemampuan berbicara yang tidak sekeder mengikut saja tapi sudah menggunakan analisis yang sangat logis. Ada dua contoh yang ingin saya sampaikan sebagai pembuktian bahwa kemampuan berbjcaranya sudah meningkat menjadi analitik logis yaitu :

1. Kejadian dimana mas igo sedang makan entah itu makanan kecil atau makan besar, kami diantara anggota keluarga sering membuat interaksi dengan mas igo melalui pertanyaan berupa permintaan. Saat itu “akung” melontarkan pertanyaan … Mas bagi jeruknya dunk…. Spontan dari mulut mungilnya keluar respon… Nda oleh.. das….. ( tidak boleh.. Pedas) ternyata ini ditiru dari saat kita makan makan yang pedas mas igo meminta sehingga dia menggunakan analisa untuk menyatakan ketidak bolehannya sudah disertai alasan ” dengan memilih kata pedas”, jangan dilihat jeruk koq pedas lho ya.. Tapi lihatlah alasan untuk penolakan dengan pemilihan kata keterangan ” pedas”.

2. Pengamatan kedua dimana sekarang ini musim hujan, istri saya yang mempunyai tiga domestik juga harus “ngojeg” setiap siang untuk menjemput kakak kakaknya mas igo. Bisanya mas igo di ajak serta kesekolahan oleh bundanga menjemput kakaknya. Dengan alasan hujan maka mas igo tidak diajaknya dan harus tinggal dengan “akung” dirumah, dan sungguh tingkat pemahaman anakku bisa menerima dan menurut tinggal di rumah dimana bundanya menjemput kakaknya. Alasan yang disampaikan istriku adalah karena hujan, mas di rumah aja sama akung ya demikian kata bunda Venty. Nah kejadian itu terjadi saat kakak kakaknya dirumah, saya dan istri harus mencari salah satu kebutuhan. Mas igo akan kami ajak sementara mba Jasmine dan Mba Naflah tidak, dan tinggal dirumah bersama akungnya. Saat mba Naflah bilang… Bun.. Aku Ikut ya… Spontan keluar dari mulut mungil mas igo… Nda ole…jan… ( tidak boleh…hujan)… Sama menolak dengan alasan karena diluar hujan walaupun sebenarnya saat kami akan keluar tidaklah hujan.

Beberapa hal saya melihat kejadian luar biasa dari tumbuh kembang anak kami termasuk kemampuan berbahas dan motorik lainnya. Pada tuliasan akan datang saya akan menuliskan tentang kemampuan motoriknya. Nah buah kita sebagai orang tua atau calon orang tua kelak atau sekarang coba deh amati eh… Sudah dong pasti pengamatannya maksudnya coba kita dokumentasi percayalah apa yang kita tuliskan bisa bermanfaat buat kita atau orang lain atau setidaknya membuat kenangan buat anak anak kita kelak.

Ditulis di atas kereta commuter line menuju stasiun Cawang.

Posted from WordPress for Windows Phone

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: