Si loko kereta idolaku

Sebulan terakhir ini anak lanangku semakin mencintai dengan segala sesuatu yang terkait dengan si tokoh film animasi dengan model lokomotif kereta api. Ya mungkin anda cukup mengenalnya.. Si Thomas and friends. Sebenarnya ketertarika mas Igo dengan fil ini saat usia masih satu tahun, dimana ketika mas igo duduk dikursi lipatnya di depa tv sembari bundanya melakukan aktifitas domestik menonton film Thomas and Friends. Melihat ketertarikan ini, karena terlibat sari interaksi mata dan mimik muka yang respon positive maka kami memutuskan film ini yang jadi favoritnya.

Sejak saat itu kami menjadi makin senang untuk membelikan kepingan video untuk di tonton manakala diluar jam tayang tv. Hingga baju atau kaos pun jadi pilihan kami saat membelikan pakaian yang baru bermotif si loko kereta. Menginjak usia yang makin besar dan pertumbukan motorik makin meningkat, dimana kemampuan untuk berkomunikasi verbal mulai lancar, maka statement minta dibelikan baju thomas menjadi hal yang biasa.

Media menontonga pun mulai berubah seiring perkembanganya dimana pengaruh kami berdua serta kakaknya dimana kadang kami menonton film atau sekedar membaca berita dengan menggunakan gadget. Karena mas igo pernah juga mendapatkan pemutaran film si tokoh loko kereta bia gadget dari chanel penyedia video, maka ini menjadi habit tersendiri. Mungkin hal ini perlu kehatia hatian bagi saudaraku manakala mau memperkenalkan gadget sebagai media hiburan keluarga bagi anak anak yang masih terlalu kecil.

Bukan hanya tayangan gambar bergerak, ternyata sekarang menjadi kebiasaan yang lebih adict yaitu permintaan setiap hari “harus memakai” kaos si Thomas ini. Ada hal positive salah satunya semangat untuk mandi karena itu artinya akan memakai baju thomas, namun sisi negatifnya anak menjadi sangat tergantung pada figur si thomas. Jadi apapun tujuan anafamemberikan hiburan atau memberikan baju pada anak anak anda perlu di pikirkan secara matang. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjelaskan kepada sang anak dan tentunya pendampingan dari orang tua jauh lebih di utamakan. Jangan sampai karena kesibukan kita kemudian kita melepas begitu saja dengan gadjet yang terkoneksi internet untuk membuat anak “diam” tanpa pengawasan yang ketat.

Semoga catatan ini menjadi pembelajaran yang baik untuk kita semua. Bukan salah tetapi langkah ini perlu pendampingan dari orang orang yang lebih dewasa. Dan tentunya kita juga tidak boleh membatasi karena takut anak akan terjerumus dalam penggunaan internet yang tidak pas. Kuncinya adalah kepedulian kita sebagai orang tua untuk selalu menjadi teladan dan pendamping anak anak kita untuk mempersiapkan bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap mereka dalam menyongsong kehidupanya kelak.

Ditulis diatas commuter line sambil kedinginan karena sepatu basah kuyup kehujanan

Posted from WordPress for Windows Phone

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: