Sujudmu mengetarkan hatiku

Belajar tak kenal usia dan waktu. Menuntut ilmu yang bermanfaat sebaiknya ditanamkan sejak masih usia dini. Kita sebagai orang dewasa tentunya harus memberikan arahan kepada anak anak kita dalam menuntut ilmu.

Menuntut ilmu bagi anak anak adalah mudah dan sulit, mudah karena ini adalah periode dimana “otak” sebagai tempat penyimpanan memori dari segala sesuatu yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan, jadi kita bisa mengasumsikan saat anda mempunyai banyak lagu lagu yang harus di simpan dalam memory card smartphone tinggal “copy and paste”. Ini juga berlaku bagi anak anak kita, istri saya mengistilahkan ” mem beo”. Menirukan apa yang iya lihat dan iya dengar.

Nah kalau dikaitkan dengan penanaman konsep akidah dan belajar ilmu keagamaan salah satu yang wajib kita ajarkan adalah shalat. Untuk anak yang dari segi pengucapan bahasa dan kemampuan membaca belum bisa. Dengan melihat peluang bahwa memory sang anak masih fresh maka perlu di isi dengan yang baik baik… Sensor mereka yang digunakan adalah dari indra penglihatan dan pendengaran…. Maka belajar shalat adalah yang seharusnya kita bisa tanamkan sejak kecil….

Saya teringat apa yang diajarkan bapak ibu saya sewaktu masih kecil memberikan pengajaran untuk shalat kepada adek adek ku… Beliau mengatakan .. Biarkan adek adekmu ikut shalat walau masih “rubuh rubuh gedhang” artinya.. Robohnya pohon pisang….dimana terkandung maksud mengajarkan gerakan gerakan shalat tanpa perlu penguasaan ucapan atau pelafalan bacaan shalatnya.

Pengalaman ini kami ajarkan pula kepada anak anak kami dengan mengikutkan mereka praktek sebenarnya dalam pelaksaaan shalat orang tuanya. Termasuk juga khususnya kepada mas igo dimana ada kesempatan kami sekeluarga bisa shalat berjamaah atau mengajaknya shalat berjamaah di masjid di perumahan kami.

Hari libur adalah moment saya bisa mengajak anak laki laki kami mas igo untuk shalat berjamah di masjid.. Walau dari keseluruhan rokaat mas igo masih belum semua nya menjalankan namun proses rubuh rubuh gedhang sudah di ikutinya… Dan jujur disaat shalatku aku melihat dimana anakku belajar ruku, sujud dan duduk diantara dua sujud… Subahanallah… Inilah yang membuat aku merinding melihat tumbuh kembangmu yang bukan hanya sehat jasmani semoga juga sehat rohani dengan penguasaan ilmu agama dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari. Semoga allah selalu membimbing dan memberikan petunjuk kepada kita semua… Mohon maaf dan selalu berusaha menjadikan teladan dengan memberikan contoh tindakan dan ucapan yang baik kepada anak anak kita. Termasuk dalam memberikan keteladanan ber ibadah shalat. Amin.

Ditulis saat menunggu waktu dhuzur tiba..

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: