Sang Negarawan Penyelesai konflik masihkah?

Dalam sebuah cerita pewayangan di negeri antah beranta telah lahir seorang tokoh kerajaan yang sangat terkenal dengan terbiasa menyelesaikan konflik antara punggawa di kerajaannya bahkan sudah terbiasa ikut membantu menyelesaikan konflik di kerajaan tetangga.

Sepak terjangnya sebagai punggawa kerajaan dan keberhasilan dalam urusan bisnis di kerajaan entah berantah tersebut sangatlah di akui ke piawaiannya. Dibeberapa pertemuan yang digelar oleh kerajaan selalu menjadi pembicara kunci, karena pengalaman membantu menyelesaikan konflik kerajaan.

Sang punggawa sekarang menjadi patih di kerajaan entah berantah tersebut. Karena situasi politik kerajaan yang agak panas paska pemilihan raja. Yang dalam proses pemilihan didukung dari kesebalasan politik kerajaan. Namun biasa sebagai permainan politik dalam kesebelasan itu akhirnya pecah terbagi menjadi dua kelompok, satu kelompok yang tidak mendukung punggawa menjadi raja tetapi sebagian mendukung punggawa menjadi raja.

Karena perpecahan itu maka kesebelasn akhirnya menggaap paling sah sebagai kesebelasan politik. Mereka saling mengadakan musyawarah untuk membentuk kepengurusan baru dengan semua mengaku kesebelasan yang syah. Nah selanjutnya saat pengakuan oleh kerajaan. Dimana kerajaan hanya mengakui kesebelasan dengan nama yang sama hanya satu. Akhirnya kesebelasan itu mengajukan pengakuan hukum fan diputus bahwa kesebelasan yang lebih duku mengadakan musyawarah adalah yang syah.

Nah disinilah jiwa besar dan kompetensi sang punggawa kerajaan di uji apakah kompetensi dan kepiawaian dalam membantu menyelesaikan konflik murni dari dalam lubuk hatinya atau juga syarat dengan kepentingan politik atau bisnisnya. Kalau hasil penelusuran dan kemudian dibandingkan dengan kitab hukum kerajaan yang ada saya sebagai warga kerajaan ingin menyampaikan pendapat kepada sang punggawa raja seorang patih di kerajaan anyah berantah. Bahwa punggawa kerajaan ini ” mencla-mencle” . Mengapa saya mengatakan demikian bayak hal yang saya amati tidak ahanya di kasus ini tapi banyak hal. Kalau punggawa raja tersebut kompeten tentunya kata kata bijak yang barusan dikeluarkan sekarang ini paska putusan hukum sidang kerajaan mengatakan himbauan untuk kedua kesebelasan yang sedang terbelah untuk “islah”, kenapa baru sekarang tidak sejak dari awal kata kata bijak inj disampakkan Kepada dua kelompok tadi. Dimana kompetensi mu menyelesaikan konflik? Dimana jiwa kenegarawan kamu? Semuanya menjadikan pertanyaan bahwa jiwa kenegawaran dan kompentensi yang kamu miliki adalah syarat dengan kepentingan.

Demikian mohon dimaafkan sang paduka raja kalau ini hanya ungkapan pribadi semoga punggawa raja tersebut kembali kepada khitohnya seorang negawan sejati.

Ditulis diatas commuter line dan bus

Posted from WordPress for Windows Phone

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: