Doen plegen

Kenapa akhir akhir ini aku tertarik dengan kosa kata ataupu frase hal hak yang sangat jarang saya dengar. Yang karena penasaran itulah maka setiap menemukan satu kata atau frase baru maka semakin tertantang aku untuk menulisnya dengan dua tujuan : Satu meningkatkan pemahaman atas kosa kata baru, dan kedua bisa berbagai kepada yang lain tentang kosa kata baru.

Kali ini aku menemuka frase DOEN PLEGEN, dugaan saya ini bahasa hukum yang berasal dari bahasa Belanda. Karena dari kalimat yang digunakan selalu dikaitkan dengan KUHP. Untuk orang yang berlatar belakang pendidika hukum bisa jadi ini tidak asing apalagi orang orang sarjana hukum jaman duky yang menurut ceritanya text book nya pakai bahasa dari sono…. Belanda.

Sepintas menurut pemahaman atas kalimat yang saya baca kata doen plegen artinya menyuruh melakukan. Katenabartinya menyuruh melakukan pasti ada dua pihak yaitu pihak yang penyuruh ( yang menyuruh ) dan pesuruh ( yang disuruh).

Saya bukan orang yang paham hukum jadi, frase doen plegen akan saya iriskan dengan kegiatan keseharian umum saja. Dalam hubungan dua belak pihak baik itu perorangan ataupun sekumpulan orang. Yang paling dekat adalah dengan dunia kerja. Dimana dalam prakteknya ada pihak yang berperan sebagai penyuruh dan ada pula yang berperan sebagai pesuruh. Namun apakah predikat ini absolut?

Tentu jawabanya tidak, salah hubungan pekerjaan kemungkinan akan permanen sepanjang dua belah pihak membuat kesepakatan jadi tetap ada pihak penyuruh dan ada pihak pesuruh. Hanya kalau kita tarik dalam kehidupan secara menyeluruh hal ini tidak berlaku absolut. Seseorang yang biasa menjadi penyuruh dalam moment dan ruang yang berbeda akan menjalankan peran sebagai pesuruh, yang artinya sebaliknya seorang pesuruh dalam ruang dan waktu yang lain akan menjadi penyuruh.

Maka apakah pola semacam ini bagus, ? Tergantung dari kita memaknainya, dalam kkntek pekerjaan yang ada pembagian tugas saya kira sangat efektif yang kemudian dalam dunia kerja seseorang menerima apa yang menjadi tugasnya atau job deskripsi nya. Namun apakah penerapanya harus seperi itu secara mutlak tentu tidak, karena kita sebagai manusia juga punya peran sebagai umat manusia yang saking toleran, penuh kasih sayang, hormat menghormati dan sebagainya yang itu semua melekat pada yang namanya mahluk manusia.

Jadi “doen plegen” kepada orang lain tentunya harus dengan sopan, lemah lebub menyampaikannya, tetapi tegas agar tidak ada kerguan menerima dan menjalankan tugasnya, serta jelas perintahnya.

Doen plegen… Oh doen plegen….

Ditulis diatas commuter kine dan bus

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: