Permen Milo

Dalam kehidupan selalu sekarang ini manusia semakin dituntut untuk berfikir “out of the box”. Berpikir fan bertindak diluar kebiasaan yang akhirnya dapat melahirkan ide ide kreatif.

Mungkin idiom untuk bisa bertahan hidup dalam iklim sekarang ini diperlukan kerja keras adalah suatu kebenaran. Namun bukan hanya kerja keras yang dibutuhkan menghadapi tantangan jaman sekarang, yaitu kerja cerdas. Kerja keras dan cerdas tentunya bukan semata mata milik orang dewasa. Namun siapapun dituntut untuk bisa bertahan bukan hanya dari kehidupan namun juga untuk menghadapi persaingan belajar.

Anak usia sekolah pun juga sudah harus melakukan kerja keras dannkerja cerdas untuk dapat mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang akan digunakan kelak.

Saya termasuk yang super surprise dengan kreativitas anak saya. Dimana pada suatu hari setelah bermain bersama dengan teman sebayanya satu komplek tetapi lain sekolahan. Saat pulang kerumah Jasmine membawa sebuah premen yang berupa sachet pipih, saya sepertinya familiar dengan produk itu. Dari warnanya sangat paham itu produk pabrikan yang kami beli setiap bulannya. Karena dua anak perempuanku selalu mengkonsumsi “produk ” tersebut sebagai sumber kalsium. Ya… Susu sachet milo yang berwarna hijau.

Namun yang berbada, kenapa mba jasmine menyebut dengan “permen”? Apa yang berbada, sepintas bungkusan sachet tersebut tidak lagi mengelembung tetapi sudah menjadi pipih dan isinya sudah tidak lagi berupa cristal atau serbuk susu dan apabila di buka tamoikanya menjadi batangan coklat pipih. Nah inilah yang disebut dengan “permen milo”.

Berdasarkan penjelasan Jasmine tentang bagaimana membuatnya. Berikut di sebutkan alat dan bahanyang diperlukan :
1. Milo sachet dapat di beli di warung secara ketengan/satuan.
2. Satu lembar kertas hvs atau yang lainnya.
3. Jarum
4. Setrika dan papan setrikanya untuk alas.

Prosedur pembuatanya.
1. Milo sachect diletakkan dalam meja kemudian pada ujung ujungnya di tusuk dengan jarum dengan tujuan untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam kemasan tersebut.
2. Kemudian panaskan setrika dengan pengaturan panas sedang.
3. Letakan milo sachect yang telah di lubangi di lipatan kertas hvs, kemudian seperti menyetrika baju lakukan gerakan maju mundur sehingga cristal susu yang ada dalam sachect tersebut menjadi mengeras menjadi lempengan pipih.
4. Setelah dirasa merata untuk seluruh isi sachect tersebut, buka lioatan kertas dan jadikan permen milo.

Begitulah alat, bahan dan prosedur pembuatan permen milo, papar Jasmine dengan gamblang kepada ayah dan bundanya. Akan lebih enak lagi kalau setelah itu disimpan di dalam lemari pendingin kemudian baru di nikmati. Iniadalah cara mengkonsumsi susu serbuk sebagai sumber kalsium yang masih sangat diperlukan oleh anak anak untuk pertumbuhanya namun di konsumsi tidak seperti biasanya dengan cara dibuat minuman.

Terima kasih mba jasmine untuk sharing pengetahuan dan ketrampilannya. Saya percaya ini bukan ide kreatif dari mu, tetapi ayah bangga padamu yang bisa memanfaatkan peluang dalam aplikasi pembelajaran dan belajar bisnis. Pada kesempatan yang akan datang akan saya tuliskan tentang kreatifnya mba jasmine memasarkan produk inovative nya kepada teman teman di sekolahanya.

Selamat malam, ditulis kamar yang baru ditempati yang biasanya tempat belajar.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

One thought on “Permen Milo

Add yours

  1. jasmine, sy mau tanya nama saya nahwa, saya jual milo seperti yg ada di web ini,tpi setelah dua berlangsung saya dilarang jualan karena kata orang tua dari teman sy itu bahaya untuk di konsumsi, karena menggunakan setrika,,,apa benar jasmin, mho jawabanya ya..?terima kasih jasmin.salam kenal. NASHWA SALIM,BANDA ACEH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: