Lilin “malam” buatan Venuha

Kurtilas sekarang ini menuntut ketrkibatan semua pihak terlibat akrif dalam mendukung terciptanya penerapan dan goal dari meningkatkan kecerdasan. Ketrampilan dan sikap anak bangsa untuk mampu menghadapi tantangan kehidupan global kedepan.

Hari ini anak kedua kami, Nur Naflah Habibah mendapat tugas untuk membawa lilin mainan atau plastisin untuk pengayaan konsep pikir anak khususnya tentang bentuk tiga dimensi. Salah satunya adalah menggunakan lilin untuk membentuk berbagai macam mainan berupa hewan.

Dalam penugasan ini anak diminta bekerjasama dengan dukungan orang tua membuat lilin mainan ” malam” atau dikenal plastisin. Afaoun bahan dasarnya adalah tepung terigu yang di campur air, pewarna dan minyak goreng. Semua bahan dimasukan dalam satu wadah kemudian di aduk hingga merata ” uleni = jawa” hingga rata dan terbentuk padatan kenyal, tidak lengket tetapi lembut untuk di bentuk apapun. Kali ini bunda Venuha membuat dua warna yaitu merah dan hijau. Tampilan plastisin karya venuha pagi ini dibawa Naflah ke sekolah.

Tadi malam saat saya pulang kerja dan bertemu Naflah mencoba menanyakan, apa kegiatan dan hasilnya dari membawa lilin buatan bunda ? Dijawab membuat dua bentuk hewan yaitu kura kura dan kepiting. Saat kutanya dimana hasilnya katanya jadi hiasan di kelasnya. Wah sayang saya tidak bisa mendapatkan gambar hasil karya Naflah pagi ini disekolahnya. Saat iseng ku tanya, kenapa gak di foto? Kan gak boleh bawa Hape ayah….jawab Fla.

Any way apapun bentuh dan kualitas hewan mainan dari lilin karya Naflah, saya dapat mengambil pembelajaran dari penugasan ini :
1. Kurtilas menuntut keterlibatan semua pihak, disekolah dan di rumah baik guru maupun orang tua untuk mendukung penugasan nak didiknya.

2. Konsep ruang dan bentuk bain dua dimensi dan tiga dimensi sebagai konsep yang abstark oleh anak didik akan mudah di pahami mana kala mereka membuat suatu benda, anak didik tidak hanya menggunakan imajinasi atas penjelasan guru atau orang tua terhadap suatu benda, tetapi pemahaman langsung dengan penugasan ini.

3. Kurtilas mengajarkan semua konsep keilmuan selalu di bagian akhirnya dengan penerapan dalam kehidupan keseharian. Dan konsep konsep tersebut saling di hubungankan satu sama lain dengan bungkusan ” tematik”.

Terlepas dari pri dan kontra kurtilas di dunia pendidikan sekarang ini. Semoga catatan tiga hak di atas dapat menambah wawasan kuta semua.

Salam belajar tak pernah berkesudahan, san semangat menulis satu hari satu tulisan untuk kenangan penghuni dunia.

Ditulis di tempat kesukaan ku di Azalea Grand Depok City.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: