Meneladani Nabi Muhammad

Peringatan hari besar islam yang sering kuta lakukan sepanjang tahun antara lain peringatan Maulid Nabi yaitu peringatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut Wikipedia Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

Sejarah awal mula di lakukan
Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:


Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya.” (http://goo.gl/4k0Obe)

Sepertihalnya lingkungan wilayah lain atau institusi menyelenggarakan, ditempat kami sektor Azalea GDC http://goo.gl/haE2M5, tepat pada hari Ahad Pagi, bertepatan dengan tanggal 18 Januari 2015 memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW :

Tempat : Masjid Nurul Jannah. Penceramah : Dr. Muhammad Choirin Suwadji, Lc, MA. Tema : “Bagaimana Meneladani Nabi SAW”.

Catatan penting dari kajian ini :
Kita berkumpul karena mempunyai tujuan “iman dan ibadah”.
Agar dalam setiap tindakan kita tidak kecewa harus didasari karena alasan “iman”. Karena iman mau di tukar dengan emas sebesar gunung uhud pun tidak akan cukup.
Pada jaman dahulu, kelahiran bayi seorang perempuan adalah malunya bukan kepalang. Makanya kelahiran Nabi Muhammad sangat dinanti natikan.
Kalau sekarang ini kita pernah menjadikan tokoh sebagai teladan, apa tokoh itu hebat disemua siklus kehidupan? Sedangkan nabi dikenal sebagai uswatun hasanah.

Rasul disebut teladan karena :
Rasul adalah manusia, manusia yang sama seperti kita. Allah meminta kita untuk meniru dengan kita di mudah, rasul menikah, rasul makan, dan melakukan yang dilakukan manusia,
Rasul itu multi talent. Nabi sosok ya super hebat. Nabi di rumah hebat, di pasar hebat, dimanapun hebat. Coba cek ada seorang tokoh hebat di tempat kerja dan diluar rumah, tapi apa hebat di dalam rumah. Sedangkan nabi hebat masih bisa menemani anak anaknya dan membantu pekerjaan istrinya. Maka keteladaan yang harus di contoh oleh kita atas Rasulullah Muhammad SAW yang sederhana, sedangkan untuk yang berat berat menjadi tugas para ulama yang kompeten. Hal yang sederhana bisa dilakukan adalah saat akan memilih pemimpin harus dari golongan yang seiman. Semangat maulid harus di munculkan semangat mengajak kebaikan bukan hanya ada pada ulama saja, tetapi harus dari kita semua. Sesuai dengan ajaran nabi, sampaikan walau hanya satu ayat.
Rasul itu penyayang dan pengasih. Kalau kita tidak punya semangat mengajak kebaikan khawatir masa jahiliyah akan semakin besar muncul kembali.

Demikian catatan kecil hasil kajian peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga ini juga sebagai bagian kecil dari dakwah yang diajarkan Rasulullah kepada orang orang disekitar kita.

Ditulis sambil dengerin ceramah.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: