Sang Ayah yang harus “aware”

Kesibukan karena tuntutan pekerjaan kadang membuat kita menjadi lupa akan kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengalokasikan waktu dan perhatian untuk anak anak tercinta kita. Untuk satu dua kali kesempatan mungkin belum terasa bagi keharmonisan komunikasi dengan anggota keluarga lainnya. Dengan pasangan kita media sosial menjadi salah satu solusi untuk menjembatani komunikasi verbal yang menjadi sangat terbatas.

Bagaimana dengan anak anak kita, secara kemampuan mereka belum terlalu paham penggunaan gadget untuk meningkatkan komunikasi diantara kita. Anak anak jauh lebih senang kalau selain komunikasi via media, berbicara secara langsung menjadi kebutuhan yang lebih. Karena alasan hubungan personal antara orang tua dan anak, hangat tentunya bahkan “gesture” kita akan tampak apakah kita sekedar mengisi waktu saja atau dengan sungguh sungguh bahwa komunikasi ini adalah menjadi kewajiban dari kita sebagai orang tua kepada anak kita.

Saya mempunyai pengalaman pribadi dalam seminggu ini anak ketiga saya, mas igo sangat senang sekali melihat video dia yang saya buat pada saat liburan akhir tahun kemarin. Dalam video tersebut mas igo dan mba naflah naik kereta “odong odong” dan memang salah satu favoritnya mas igo adalah Film Carton Thomas and friends jadi sepertinya klop kesemaptan igo naik kereta odong odong itu.

Sangat sederhana sebenarnya karena setiap ketemu dengan saya, mas igo selalu mengatakan “keta yah … Keta yah…” Yang maksudnya adalah meminta saya untuk memutarkan video saat mas igo naik kereta odong odong itu yang kebetulan belum sempat saya pindahkan atau saya share dengan gadget istriku. Saat bertemu entah pagi atau malam menjelang tidur tidak bosan mas igo sangat antusias dan bangga melihat video dengan pemeran utama adalah dirinya sendiri.

Dua hari terakhir saya merasakan ada yang kurang tanggap terhadap permintaan anak saya. Karena kesenangan tersebut yang mungkin tidak bisa di dapatkan manakala saya sedang berada di luar rumah, sementara gadget istriku tidak tersedia videonya. Marah dan nangis lah yang bisa dilakukannya. Sebetulnya sederhana mas igo hanya menginginkan bisa memutar videonya kapanpun dia inginkan. Akhirnya ku putuskan untuk segara share video ke gadget istriku pagi ini, konsekuensinya anak anakku yang pertama dan kedua harus sabar menunggu proses transfer complete karena harus pakai bluetooth. Pas menjelang keberangkatan kami ketempat kerja dan sekolah kakaknya, mas igo sudah bisa menikmati video “narsis” di gadget yang lain yang tidak hanya bisa di akses manakala aku ada didekatnya. Lega rasanya bisa memberika kenyamanan buat anak anakku. Kejadian kecil yang ternyata saya sebagai seorang ayah kurang peka “aware” akan kebutuhan seorang anak. Semoga ini selalu menjadikan pelajaran yang terus menerus buat diri pribadi saya. Insya allah semoga Allah selalu membimbing saya untuk terus menjadi ayah yang menjadi panutan untuk anak anakku kelak. Amin…

Ditulis diatas kereta dan bus saat saya menuju tempat bekerja.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: