Kanebo Kering

Salah suatu kegiatan bersama temen temen lintas unit kerja yang mengharuskan kami saling berbagai peran dan tanggung jawab sebagai anggota tim ternyata mempunyai keasikan sendiri. Saat keseharian kita bisa melihat masing-masing peran dalam pekerjaan sangat kentara di kerjakan dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Entah itu sebagai staf pelaksana, pengambil kebijakan dan juga pesuruh sekalipun mereka melakukan pekerjaan dengan sebaik baiknya.

Namun karena rutinitas yang terus berlangsung kadang menjadikan kita lupa apakah kita masih mengerjakan itu semua secara profesional? Ataukah kita merasa sudah maksimal? Bisa jadi kita sudah tidak profesional dan maksimal namun karena titik jenuh kadang kita tidak menyadarinya. Adalah suatu keniscayaan apabila hal tersebut terjadi sebaiknya diperluhan proses untuk auto corection atau self corection dengan cara melakukan instrospeksi diri.

Instrospeksi diri bisa dilakukan dengan dua macam : Secara mandiri atapun secara berkelompok.
Secara mandiri: Instrospeksi dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun hanya perlu waktu dan tempat yang untuk memungkinkan kita berkontemplasi, melakukan perenungan dengan mengingat kembali semua kegiatan yang kita lakukan seolah olah kita sedang memutar video kehidupan kita. Dari situ kita bisa menemukenali apa yang masih kurang dari diri kita tentang tindakan serta sikap kita. Dengan menemukenali sikap dan tindakan kita selanjutnya berusaha untuk menerapkan pada pelaksanaan pekerjaan selanjutnya sehingga kita semua busa kembali bekerja atau bertindak profesional dan maksimal.

Secara berkelompok: Secara tujuan mempunyai kemiripan dengan metode individual yaitu menemu kenali permasalahan hanya modelingnya secara masal. Biasanya kegitan ini di campur dari lintas latar belakang pekerjaan yang kemudian di ” challange” untuk menjadi sebuah tim yang musti kompak, saling mendukung, fokus dengan peran masing masing tetapi berkontribusi untuk satu tujuan sehingga akan terjadi harmoni yang sangat indah. Menyatukan banyak orang dengan latar belakang pekerjaan rutin yang berbeda dibutuhkan kerjasama yang bagus. Biasanya tantangan mempersatukan banyak orang dalam waktu yang pendek akan memunculkan banyak kendala. Hal ini terjadi karena kuta masing masing harus memainkan peran yang mungkin berbeda dari kegiatan rutin, namun tetap ujungnya adalah bagaimana “memancing” potensi diri setiap orang yang harus dikeluarkan untuk mencapai tujuan kelompok. Diainioun akan secara otomatis akan terbagau peran ada yang sebagai pelaksana, pendukung, pemimpin dan juga pemilik ide-ide dan lainnya.

Karena kita di challenge untuk menjadi kelompok yang terbaik maka segala potensi diri akan di munculkan untuk mencapai kesuksesan. Pembagian peran ini yang kadang ditahap awal menjadikan permasalah diri. Dari perasaan bahwa saya tidak bisasa melakukan peran ini. Peran ini tidak cocok dengan saya. Peran ini terlalu berat. Saya biasa berfikir bukan pekerja kasar dan lain sebaginya.

Nah instrokpeksi model masal ini pernah kamu alami dan pengalaman kami bersama ada seorang teman yang terlihat cukup kaku dalam menjalankan peran dalam kelompok tersebut. Pada saat itu ada rekan kami yang diminta untuk memperagakan gerakan tarian dari salah satu tokoh pewayangan, sang instruktur telah memberikan contoh gerakan dasar yang kemudian diberikan keleluasaan untuk menyesuikan dengan irama gerak dan musik yang mengiringinya. Beberapa kali di coba namun temanku itu terlihat gerakannya sangat kaku, terkesan seperti seorang “robot” yang gerakannya patah patah tidak atau belum nampak kekuwesan gerakan dari tokoh yang diperankannya. Hingga hal ini menjadikan kekhawatiran dari kelompk kami , jangan jangan akan menjadi sumber kegagalan dan mengurangi kita mencapai tujuan akhir. Bentuk dukungan dan tauladan bahkan pengurangan ritme dengan harapan batang kali rekan kami sangat tertekan menjalankan peran ini. Namun kembali gerakan kawan kami masih terlihat sangat kaku, semua gerakannya benar hanya terlihat begitu patah patah tidak sesuai permintaan sang instruktur. Yang anehnya temen kami tersebut tidak menyadari kalau sedikit kekeliruannya ini busa menjadikan fatal untuk mencapai tujuan bersama. Melihat situasi yang demikian tegang buat kelompok kami, muncul statement kecil dari salah satu tim mengomentari gerakan yang kaku tersebut dengan memanggil nama rekanku di tambahakan …. “Dasar Kanebo Kering”…. Sepontan kami semua tertawa menemukan persamaan kata antara orang yang punya gerakan kaku dengan istilah kanebo kering.

Jadi tema teman pernah tau kan kanebo? Sangat bagus digunakan dalam kondisi kelenturan yang sempurna, kalau terlalu kering jadi perlu direndam dengan air kembali untuk mendapatkan kelenturan yang bagus untuk bisa digunakan membersihkan barang barang, karena kalau kering barang yang permukaanya dj bersihakn bukanya bersih malahan bisa tergores karena kerasnya material kanebo tersebut.

Demikianlah satir kehidupan yang sering kita jumpai dalam kehidupan nyata. Semoga kita semua bukan sebagai “kanebo kering”.

Ditulis diatas commuter line dan bus

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: