Belajar soal rezeki dari Kakek Penjual Rujak

Copas dari Group WA Keluarga

Belajar soal rezeki dari Kakek Penjual Rujak.

Oleh: Ernydar Irfan

HARI ini hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko. Beliau saya pinjami tempat duduk dari dalam toko.

Gerobagnya masih penuh dengan buah-buah tertata rapi. Saya lihat dari dalam toko beliau membuka buku kecil. Rupanya sebuah Al Quran. Beliau begitu tekun dengan Al Qurannya.

Sampai jam 11 hujan tak kunjung berhenti.
Saya mulai risau karena sepi pembeli. Saya keluar sekadar memberikan air minum kemasan dan beberapa butir kurma. Tidak ada sedikitpun raut gelisah terlihat di wajahnya.

“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak…?” Kata saya sambil menatap gerobaknya. “Masih banyak banget…!!”
Beliau tersenyum, “Iya Bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya” jawabnya.
“Aamiin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?” tanyaku penuh iba. “Yaaa….kalau gak habis ya risiko Bu…!! Kalau yang gak bisa sampai besok kayak semangka, melon yang udah terkupas, ya kasih ke tetangga, seneng daripada kebuang. Kalau kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan saja dapat nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Ya Alhamdulillah Bu. Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa dan meminta sesuatu kepada Allah. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa Bu…” katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga kan rejeki Bu…!!”

“Terus kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar Bu…!! Allah yang mengatur rejeki, saya bergantung sama Allah.. Apa saja bentuk rejeki yang Allah kasih, saya syukuri saja. Tapi Alhamdulillah, bertahun tahun saya jualan rujak belum pernah sampai kelaparan. “Pernah gak dapat uang sama sekali, tahu-tahu tetangga ngirim makanan.
Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil senyum.

Begitulah seharusnya kita jalani hidup ini, berdoa, berusaha, sungguh-sungguh, bersabar, bersyukur, istiqomah dan berdoa lagi, seperti kisah kakek penjual rujak di atas.

Mari kita petik hikmanya.

Posted from WordPress for Windows Phone

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: