Sekatenan antara arti dan kemeriahan #Liburan

Akhirnya tadi malem keturutan( tercapai sudah) mengunjungi Pasar Malem Peringatan Sekatenan dj alun alun utara Jogjakarta yang tahun ini dilaksanakan dari tanggal 29 November 2014 – 3 Januari 2015 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Yang bisa kita jumpai dalam pasar malem sekaten adalah banyak hiburan rakyat seperti permainan: tong stand, kincir, kora kora, kereta , bom bom car, rumah hantu. Adajuga jualan mulai dari kebutuhan sehari hari hingga eletronik termasuk speda motor, bibit tanaman juga tersedia, makanan dan minuman.

Makanan dan minuman
Makanan khas yang tersedia adalah nasi gurih nasi dengan banyak bumbu dan daging ayam kampung. Ini banyak tersedia di depan masjid juga wedang ronde. Ndog abang (telor warna merah).

Namun ada favorit makanan istri saya yang selalu dicari dalam sekatenan ini. Walaupun makanan ini juga bisa dj temukan di luar acara sekatenan. Ya Sate… Sate kere namanya, yaitu sate yang bukan dari daging tetapi bahan dasar nya berupa “gajih” jadi tampilan bakaranya mengkilap karena lemak yang meleleh begitu menggoda. Makanan ini harus segera di santai selagi panas atau hangat karena kalah sudah dingin lemak lemaknya menempel di mulut. Disebut sate kere memang karena istilah makanan kelas rakyat yang tak mampu membeli sate daging, jadi karena banyak di beli oleh mereka yang kurang mampu dalam istilah jawa “kere” .

Mari kita lihat dari sejarah asal usul nama sekatenan seperti yabg ada didalam wikipedia, Sekaten atau upacara Sekaten (berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat) adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w. yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.

Pada hari pertama, upacara diawali saat malam hari dengan iring-iringan abdi Dalem (punggawa kraton) bersama-sama dengan dua set gamelan Jawa: Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Iring-iringan ini bermula dari pendopo Ponconiti menuju masjid Agung di alun-alun utara dengan dikawal oleh prajurit Kraton. Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara dari masjid Agung, sementara Kyai Gunturmadu akan berada di Pagongan sebelah selatan masjid. Kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan sampai dengan tanggal 11 bulan Mulud selama 7 hari berturut-turut. Pada malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang ke dalam Kraton. (http://goo.gl/hyROj4)

Padet dan macet adalah hal yang tidak bisa di hindarkan, jadi bagi yang ingin melihat dan mengunjungi sekatenan supaya bisa menikmati siapkan mental terlebih dahulu supaya tidak bosan karena kemacetanya atau carilah tempat parkir yang agak jauh dan jalan kaki lah.

Selamat menikmati liburan akhir tahun ini sambil meng explore agenda kegiatan yang penuh kemeriahan sekaten. Ditulis sambil menunggu waktu shalat jumat.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: