Ibu “Pembohong” Ayah “Bisu”

Setelah seharian kemarin banyak sekali berseliweran ucapan dan ditulis dalam status media sosial mereka tentang peringatan hari ibu. Dan salah satu favorit saya adalah mengunjungi blog sang inspirator dan guru kehidupan serta motivatorku, Kakek Jamil Azzaini.

Dalam blognya sang kakek, aku begitu tersadarkan bahwa banyak diantara kita sebagai seorang ayah/bapak ternyata dimata anak anak nya adalah hanya sebagai seorang yang “bisu” bukan sebagai kebanggaan dan role model bagi anak anaknya. Meski segala sesuatu kebutuhan anak dari material terpenuhi bahkan berlebih, tapi tetap ayah hanya seorang yang “bisu”. Hasilnya adalah banyak diantara anak anak kemudian lebih senang atau mudah menceritakan segala suka dan dukanya kepada orang lain atau media sosial. Padahal dengan mengetahui apa aktifitas anaknya dari pandangan orang lain tanpa sepengetahuan anak bisa menjadi bahan kita berkomunikasi dengan sang anak lebih asik/nyambung. Salah satu yang oerkh di dengarkan adalah dari para guru/trainer/ustad/pelatih. Sempatkan diri anda menjumpai orang orang tersebut yang secara waktu mereka banyak mengamati tumbuh kembang sang anak dibandingkan kita yang sibuk dengan pekerjaan. Dengarkan apa pendapat hasil pengamatan para guru/ustad/pelatih. Dengan demikian saat bertemu dengan sang anak bisa lebih asik diskusinya. Moment supaya kita sebagai seorang ayah tidak bisu, maka carilah info tentang perkembangan si anak dan jadikan bahan diskusi yang lebih “ngayengin” atau cair.

Nah lain lagi, tentang si ibu dalam diskusi beberapa narasumber di sebuah tivi swasta terungkap bahwa salah satu sumber menyebut ibunya “pembohong”? Sempat bingung juga koq gak hormat sama sekali sih orang ini dengan mengatakan kalau ibunya adalah “pembohong”. Namun setelah saya dengarkan penjelasanya barulah saya memahami makna ibu “pembohong”.

Ibu “pembohong” yang dimaksud disini adalah kebiasaan atau perilaku seorang ibu dengan berbohong, tidak mengungkapkan kondisi yang sebenarnya dengan harapan anak anaknya senang dan bahagia, walau dirinya tidaklah demikian. Pernahkan kalian dengar dari seorang ibu, walau dirinya lapar tetapi meminta anaknya untuk makan dengan berkata, ibu masih kenyang anakku makanlah supaya kamu sehat dan kuat. Pernahkan kalian dengar seorang ibu yang menunggu anaknya sakit dan meminta anaknya tidur, dengan berkata ” tidurkah dan istirahatlah anakku, ibu belum ngantuk meski dilakukan disaat dini hari. Pernahkan kalian dengan perkataan seorang ibu, dimana anaknya tinggal dirumah yang mewah, dan mengajak ibunya tinggal bersama anaknya, jawaban seorang ibu adalah ” anakku ajy lebih damai dan tenang tinggal di rumah kita.

Masih banyak lagi tentang ibu “pembohong” yang semata mata dilakukan demi kebaikan. Ini juga salah satu pengorbanan seorang ibu yang sangat besar buka karena ibu yang telah mengandung kita yang tentunya ini tidak akan pernah bisa terbalaskan.

Jadi apa hubungan antara ayah “bisu” dan ibu “pembohong”? Adalah sebuah fenomena yang akan terjadi pada setiap insan manusia sebagai seorang ayah dan juga sebagai seorang ibu. Pembelajaran ini menjadikan saya untuk terus berinstrospeksi diri saat kita menjadi seorang ayah hendaklah tidak menjadi ayah yang bisu karena anak anakan punya penyaluran “katarsisnya” kepada orang orang yang di cintainya dan kelak aka dijadikan role model buat sianak. Dan kebohongan yang dilakukan oleh seorang ibu mempunyai makna bahwa perjuangan san pengerbanan seorang ibu jangan hanya dilihat karena fitrah yang tak tergantikan yaitu hamil dan menyusui, namun dalam kehidupan lanjutan pengeorbanan seorang ibu terus berlanjut dalam setiap sesi kehidupan yang tak pernah disampaikan secara kondisi yang se nyatanya dengan semata mata untuk menjadikan anak anaknya maju, tidak minder dan bertanggung jawab. Serta bahagia di dunia dan insya allah juga di akhirat kelak. Berbohong demi kebaikan sudah banyak dilakukan oleh orang tua kita khususnya ibu.

Terima kasih Ibu dan bapak ku… Sebentar lagi aku akan pulang kampung hanya pengen memelukmu dan mengharap doa dan ridha mu. Amin

Ditulis di krl dan bus menuju kantor

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: