JK ‘lecehkan’ Jokowi

JK ‘Lecehkan’ Jokowi
Copas dari : http://korankota.co.id/index.php/web/berita/NASIONAL-POLKAM/11545/jk-lecehkan-jokowi

ENTAH apa yang ada di benak dan hati Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat kembali terpilih sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2014-2019, pada Kamis (18/12/2014).

Hingga berita ini diturunkan Jumat (19/12/2014) pagi, belum diketahui pasti bagaimana reaksi Presiden Jokowi atas terpilihnya kembali Wapres JK sebagai Ketum PMI. Dengan kata lain, Wapres JK sudah melanggar larangan Presiden Jokowi soal rangkap jabatan.

Pengamat politik Igor Dirgantara menyesalkan sikap Wapres JK yang terpilih kembali menjadi Ketua Umum PMI. Semestinya, kata Igor, JK menolak dicalonkan kembali sebagai Ketum PMI.

“Ya, ini adalah ironi yang terus-menerus terjadi di negara kita, mirip seperti zaman Orba dulu, di mana rangkap jabatan menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Jelas ini sekali lagi melanggar amanat dari Presiden terpilih Jokowi bahwa tidak ada satupun para pejabat publik baik itu Presiden sampai Menteri di kabinetnya yang boleh rangkap jabatan baik di organisasi manapun termasuk parpol atau ormas, dan lain-lain,” ungkap Igor, Kamis (18/12/2014).

Igor menduga jika masuknya JK dalam PMI agar dirinya tetap eksis dalam dunia perpolitikan nasional. Apalagi lewat PMI tampaknya mantan Ketum Golkar ini ingin punya sandaran lain, ketika pengaruhnya menipis di Golkar. Terlebih, partai berlambang pohon beringin tersebut sedang dilanda kekisruhan.

“PMI punya perwakilan di 33 Provinsi dan 420 kabupaten dan kota. Cukup signifikan pengaruhnya bagi JK saat ini, baik untuk pencitraan dirinya, maupun tentu saja sebagai bentuk panggilan hati-nya (ibadah),” tegas Direktur Ekesekutif SPIN ini.

Sebelumnya, Jusuf Kalla terpilih dipilih menjadi Ketua Umum PMI. Dia meraup 247 suara dari pesaingannya, Titiek Soeharto. Pemilihan dilakukan dengan voting.

“Wakil Presiden RI H.M Jusuf Kalla kembali terpilih sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) periode 2014-2019 setelah memenangkan voting terhadap Siti Hediyati atau Titiek Soeharto,” kata Kepala Divisi Kelembagaan Markas Pusat PMI Exkuwin Suharyanto dalam siaran persnya, Kamis (18/12/2014).

Munas XX PMI 2014 dilaksanakan di Hotel Millenium, Jalan Fachruddin, Jakarta Pusat sejak Rabu (17/12/2014). Pemilihan dilakukan dengan sistem voting tertutup.

Jusuf Kalla menang setelah mendapatkan 247 suara dari 418 suara. Sedangkan saingannya Titiek Soeharto hanya mengumpulkan 170 suara. Selanjutnya JK akan menyusun formatur pengurus pusat PMI periode 2014-2019.

“Nantinya, JK sebagai Ketua Umum PMI terpilih akan membentuk tim formatur untuk menentukan kepengurusan PMI periode 2014-2019,” ucapnya.

JK adalah ketua umum petahana sejak sempat menjabat sebagai Ketua Umum PMI 2009-2014. Saat menyampaikan LPJ dan setiap PMI daerah menyatakan padangan umumnya, mereka menyelipkan dukungan untuk JK kembali menjabat sebagai Ketua Umum.

Pria yang menjabat sebagai wakil presiden itu juga sudah menyatakan kesediaannya untuk kembali menjabat sebagai Ketum PMI saat menyampaikan tanggapan pandangan umum perwakilan PMI daerah.

Sekadar mengingatkan, sebelum Presiden Jokowi memilih para pembantunya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan mereka termasuk dirinya juga tidak boleh rangkap jabatan di partai politik (Parpol), terutama untuk posisi ketua umum (Ketum). “Sudah disampaikan tidak. Kok masih diulang lagi,” kata Jokowi di Istana Presiden, Selasa (21/10/2014).

Ia menegaskan, siapapun yang menjabat di pemerintahan diminta untuk kerja satu tugas saja. Tujuannya agar fokus bekerja. “Tidak boleh merangkap-rangkap jabatan. Kerja di satu tempat saja belum tentu bener kok,” tegasnya.

Sementara itu, JK menyatakan bahwa dirinya dengan ikhlas menerima jabatan Ketum PMI kembali karena tidak ingin PMI terjebak dalam politik. JK berterima kasih dirinya dipercaya kembali memimpin PMI. Bagi JK, PMI milik masyarakat.

“PMI ini milik bangsa dan masyarakat yang dikelola oleh kita semua. Saya berterima kasih atas pemilihan saya melanjutkan tugas PMI di periode yang akan datang,” kata JK dalam sambutan perdananya setelah terpilih menjadi Ketum PMI dalam Munas XX PMI di Hotel Millennium, Jl Fachrudin, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014).

JK mendapatkan laporan, Rabu (17/12/2014) malam pemilihan ketum PMI berlangsung demokratis dan seru. JK tidak menghadiri proses pemilihan karena harus istirahat.

Menurut JK, pemilihan yang demokratis itu merupakan kebersamaan yang baik. Pemilihan kini telah selesai alias tidak ada kubu-kubuan.

“Bagi kita semua sudah selesai, selesai semua. Tidak ada lagi A dan B, semua PMI. Tidak ada pecah-belah siapa pun. Semua satu keluarga PMI,” ucap JK yang mengalahkan Titiek Soeharto dari Koalisi Merah Putih (KMP) ini.

JK bercerita, dia sebenarnya tidak ingin menjabat lagi. Namun akhirnya dia menerima dengan ikhlas dan berat. “Bagi saya, sebenarnya ingin fokus tugas kenegaraan tapi atas permintaan saudara semua demi kelanjutan PMI (saya bersedia). Juga PMI tidak ingin masuk dalam kotak-kotak politik jangka pendek maka dengan ikhlas dan berat saya menerima,” tutur JK.

Bagi pria 72 tahun tersebut, tugas memimpin PMI merupakan ibadah. “Bagi saya tugas kemanusiaan yakni amal ibadah dan ini dari Tuhan. PMI adalah pengabdian semata, tidak ingin mendapatkan lebih dari itu,” demikian mantan Ketua Umum Golkar ini. O lut

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: