Kematangan Tanggungjawab Mba Jasmine

Hari ini kami ( aku, Venuha dan mas igo) perjalanan menuju jogja untuk bersama sama dua anak ku yang sudah ada di jogja seminggu lalu pulang dengan menggunakan kereta bersama akung (kakek) nya. Dalam perjalanan kereta kami ngobrol dengan istriku Venuha dan satu yang baru ku dengar adalah tanggung jawab mba jasmi e yang semakin bertumbuh kearah kematangan pendewasaan diri.

Mba Jasmine anak kami yang paling besar, secara kemandirian kemarinkemarin belum terlihat, tidak bermaksud membanding-bandingkan, jika diamati kemandirian Adeknya Naflah jauh lebih muncul duluan, dimana penrnah Naflah saat masih di usia empat tahun sudah bisa berpisah dengan kami orang tuanya dan tinggal dengan keluarga pakdenya/ kakak dari istriku. Walau disaat oerpusaahan naik bus sempat menangis, tapi secara penguasaan emosi diri bisa di manaje.

Mba Jasmine di liburan kali ini adalah perdana untuk berpisah dari kami sekeluarga. Walau hampir setiap hari mereka selalu menelpon kami atau sebaliknya, dari hanya sekedar menyatakan kegiatan apa hari ini, kabar bunda, atau bahkan hanya menyampaikan kisah berebutan remote tv dengan adeknya, atau menangis karena sama budenya tidak di ijinkan untuk sekedar jajan makan kecil seperti yang dilakukan saat berada di Depok.

Saya begitu merinding, haru dan bangga dengan apa yang di ceritakan Venuha kepada ku tentang tindakan dan sikap mba Jasmine. Dimana saat pulang ke jogja bunda Venuha, menitipkan pesan kepada mba jasmine untuk tidak merepotkan orang lain selagi bisa dilakukan dan diminta untuk menjaga adeknya, Naflah. Dalam pesan bundanya tolong di amati dan di bantu serta di temenin adeknya kalau mau pipis diantar, jangan di ledek kurangi bercandanya yang bisa menjadikan menangis adeknya. Dan subahanallah, saat Venuha komunikasi dengan akung aldid diceritakan kalau Jasmine sekarang sudah lebih mengerti dan paham tentang tanggung jawab, selain menaati pesan bunda untuk menemani adeknya kalau pipis ke toilet di kereta karena akung yang sudah lanjut usia, maka kejadian yang diluar dugaan kami semua termasuk akung adalah pas akungnya ke toilet dan cukup lama tidak kembali ke tempat duduknya Mba Jasmine mendekati toilet dan mengetok pintunya sambil berkata ” akung kok lama, Akung gak papa kan kung? ” sungguh kami bangga dan sekaligus bersyukur tumbuh kembang anakku dalam hal tanggung jawab sosial mulai muncul di usia yang hampir sepuluh tahun. Bukan masalah rasa tanggung jawabnya yang kami syukuri karena sudah muncul, namun doa dan harapan kami perjalanan berpisah dengan orang tua tahun ini semoga sbagai titik awal perkembangan jiwa sosialnya untuk bertanggung jawab akan terus tumbuh dan tumbuh apalagi mba Jasmine sebagai anak sulung di keluarga kami.

Ini catatan kecil tentang tumbuh kembang anakku, di tulis di atas kereta jokotingkir menuju Jogja

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: