Diversifikasi panganan berbahan dasar non beras

Di Era kepemimpinan presiden Jokowi, ada beberapa gebrakan yang digaungkan oleh para pembantunya, kalau ini pembantunya seorang mentri lho.. Masih posisi yang prestise dan strategis. Jadi salah satu yang digabungkan oleh “pembantunya pak presiden” antara lain : Rapat di kantor sendiri, tidak usah di hotel, perjalanan dinas dikurangi kalau perlu cukup pakai teleconfrence. Pola hidangan rapat gunakan makanan asli indonesia dan berbahan dasar non beras.

Adalah singkong yang pasti dikenal dengan berbagai nama di tempat masing masing, ada yang menyebut dengan ketela pohon, budin bahasa kebumenan, boled bahasa banyumasan atau nama nama lain sesuai dengan daerahnya. Saya sejak kecil sudah sering bersinggungan dengan panganan yang di kreasikan dari bahan dasar singkong ini. Sedar mengingat makanan masa kecil ku, ada gethuk dengan banyak variasi, singkong rebus, lemet, sawut, sentiling, ya tentu masih banyak lagi yang jelas pengalaman pribadi pernah mengkonsumsi singkong mulai dari makan mentah langsung, di bakar, direbus, dikukus, digoreng, diolah dari sari patinya, ternyata banyak sekali variasi makanan berbahan dasar singkong ini.

Kalau kementrian RI mengajak warga negaranya untuk membuka kembali warisan khas leluruh kita. Pasti khasanah kuliner indonesia akan makin melimpah ruah. Tidak salah kalau himbauan mentri untuk gunakan hidangan rapat dari bahan dasar singkong dan jagung. Saya kira bukan hanya tujuan untuk memperbanyak pilihan makan cari singkong tetapi ada permasalahan global yang dihadapi dunia terkait dengan krisis pangan dunia. Yang lebih mengandalkan pada sumber bahan pokok berupa gandum dan beras. Artinya dua hal inilah yang melandasi pemikiran para pengambil kebijakan untuk terus memanfaatkan sebesar besarnya hasil bumi kita.

Istri saya adalah salah satu pelaku usaha panganan kelas rumahan tapi bernilai gizi dan menyehatkan. Home and hand made, yang tentunya kami sebagai anggota keluarga sedikit membantu kesibukan Venuha memnyediakan panganan berbahan dasar singkong. Jumlah yang dibuat pun hanya memenuhi kebutuhan tetangga disekitar perumahan saja. Namun demikian kalau upaya pemerintah secara terus menerus mendukung program diversifikasi panganan non beras, bukan tidak mungkin ini menjadi bisnis rumahan yang menjanjikan. Insya allah.

Adapun produk varian olahan pangan singkong yang kami buat adalah tiga jenis. Sawut, gethuk dan sentiling. Berikut dalam liputan gambar

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: