Apa dan Permasalahan “kaum difabel”


Mungkin masih agak anehdi telinga kita istilah disabilitas dibandingkan dengan kata penyandang cacat, dalam Wikipedia indonesia Disabilitas adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Gangguan adalah sebuah masalah pada fungsi tubuh atau strukturnya; suatu pembatasan kegiatan adalah kesulitan yang dihadapi oleh individu dalam melaksanakan tugas atau tindakan, sedangkan pembatasan partisipasi merupakan masalah yang dialami oleh individu dalam keterlibatan dalam situasi kehidupan. Jadi disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal. —Organisasi Kesehatan Dunia

Sedangkan Penyandang Cacat dalam UU No. 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, pasal 1 ayat 1. Bunyinya, penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya.

Dalam satu kesempatan diskusi saya hadir diantara pemerhati dan aktifis kaum disabilitas atau difabel disebutkan bahwa kata penyandang cacat, yang menurut ketua umum Persatuan Penyadang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pak Gufron dan Ibu Pikat dari PPBRM menyatakan mempunyai konotasi yang negatif, juga semangat lahirnya undang undang tersebut lebih karena tuntutan dari pedonor asing yang banyak bergerak membiaya permasalahan penyandang cacat di Indonesia. Sehingga secara substansi banyak “diskriminasi” disana sini termasuk banyak pembatasan untuk aksesibilitas seperti sekolah, pekerjaaan, kesehatan, kesempatan dan politik.

Atas dasar tersebut organisasi organisasi penyandang disabilitas indonesia dengan merujuk pada ratifikasi Convention on the Right Person with Disabilities (CRPD) dengan dilahirkannya UU No. 19 Tahun 2011 tentang pengesahan konvensi hak-hak penyandang disabilitas. Sehingga sejak tahun 2011 ini para praktisi dan penggiat penyandang disabilitas sedang berupaya untuk melakukan perubahan terhadap UU No 4 tahun 1997 tersebut.

Adahal yang menarik yang saya pelajari dari pertemuan tersebut yang mungkin bisa menambahkan pengetahuan anda yang diharapkan dapat lebih meningkatkan empati kita dan bahkan mungkin berguna bagi institusi anda dalam menyikapi permasalahan yang di hadapi oleh kaum difabel. Menurut Ibu Pikat, masalah di internal atau individu para difabel jauh lebih mudah terselesaikan, namun faktor luarlah yang sulit tersolusikan, jadi pertanyaanya masalahnya ada dimana ? Ada pada saya atau lingkungan Kata ibu Pikat menegaskan. Secara umum respon pemerintah dan masyarakat terhadap issue disabilitas didasarkan pada tiga hambatan yang utama yaitu : Rehabilitasi dan alat bantu, aksesibilitas dan hambatan sikap masyarakat. Pemerintah dan masyarakat atau kita semua memberikan Solusinya masih sepotong – potong yaitu dengan, rehabilitasi dan alat bantu telah disediakan namun semisal kursi roda dengan kualitas material yang berat dan tidak kuat, gradenya tertingal jauh dengan negara jepang, yang alat bantunya ringan tapi kuat karena materialnya memang pilihan. Aksesibilitas, semisal jalur transportasi dan tangga masih dibuat berundak yang menghambat pergerakan kursi roda, jadi difabel masih harus turun dari kursi rodanya. Hambatan sikap sudah ada penerimaan dari masyarakat namun kembali untuk mencapai fasilitas menuju pertemuan masyarakat tersebut belum ada kemudahan aksesnya.

Yang diharapkan adalah solusi yang menyeluruh terhadap tiga hambatan utama yang dihadapi oleh kaum difabel. Inilah yang bisa dilakukan oleh kuta sebagai individu, masyarakat atau institusi yang wajib menjamin kebutuhan warga negaranya terhadap kaum difabel yang bisa tergambarkan secara apik dalam foto ini. Demikian sharing saya setelah ikut diskusi hari ini, Semoga bermanfaat untuk diri saya khususnya dan pihak lain pemangku kepentingan.

Salam, ditulis di kamarku saat terbangun dari istirahatku

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: