Cieee romantis nya !!!

Kita sering mendengar kata romantis, tapi apakah kita bener melakukan tindakan yang romantis dalam keseharian kita. Mungkin kita perlu merenungkan kembali apakah tindakan, ucapan dan sikap kita kepada pasangan kita sudah romantis? Jawabnya anda sendiri yang tau.

Menurut kamus besar bahasa indonesia online arti dari romantis :
======================
ro·man·tis a bersifat spt dl cerita roman (percintaan); bersifat mesra; mengasyikkan;

ke·ro·man·tis·an n perihal romantis
====================
Saya meyakini, bagi banyak orang sikap dan tindakan romantis akan menjadikan keluarga menjadi lebih erat ikatannya, dan insya allah makin menjadi keluarga yang “samawa”. Apakah wujud romantis itu harus dengan memberikan kejutan bunga mawar? Makan berdua dengan di terangi lampu lilin? Atau hal hal yang sifatnya “private” dan dilakukan di momen special baru di sebut “romantis”? Tentu jawabanya tidak.

Sebuah pengalaman pribadi san ini kejadian yang kami alami pagi ini. Seperti biasa keseharian keluargaku saat pagi hari dimana aku yang harus pergi kerja keluar rumah dan berbarengan dengan jam berangkat anak anakku berangkat sekolah, seperti yang pernah kutuliskan dalam blog ini sebelumnya tentang kebiasan berpamitan. Kegiatan ini menjadi SOP kami semua. Anak anakku suadah siap menuju kendaraan yang kami gunakan untuk menuju ke sekolah dan stasiun kereta, anakku mengatakan aku pakai minyak wangi kepunyaan mas Igo anak terkecil kami. Lantas aku teringat kalau oh iya ayah lupa menggunakan minyak wangi. Istriku langsung sigap menyampaikan tunggu bunda ambilin yah.. Ucapnya.selanjutnya aku tidak masuk kedalam rumah karena aku telah memakai sepatu jadi hanya ku buka jaketku dan istriku langsung menyemprotkan parfum yang kami punya.

Harusnya ini sesuatu yang sangat lazim dan akupun tak menduga ini sebuah tindakan yang ternyata di amati betul oleh mba Naflah anak kedua kami. Dari mulut mungilnya dari sisi belakang saya terdengar ucapan yang sungguh luar biasa. Ucapan yang tak pernah ku duga sebelumnya untuk usia dia. Ucapan yang saya yakini keluar dengan tulus dan keluar dari dalam dirinya sendiri yang didasarkan pada tingkat kematangan berbahasa dia untuk anan usia hampir tujuh tahun.

Kata yang keluar dari Mba Naflah adalah ” cieee romantisnya…….” Jlegggg bahasa gaulnya anak sekarang kalau memilih kata penekanan. Ya tak penah terpikir oleh kami Naflah ternya mengamati dan kemudia mengambil kesimpulan atas sikap dan tindakan kami berdua dengan ucapan yang reflek serta spontan ” cieee romantisnya…”. Respon saya senang dan bangga dan akhirnya kuucapkan syukur pada Tuhan, Allah swt yang selalu membimbing dan melindungi serta mencukupi atas keluarga kami. Amin

Inilah sebuah pengalaman pribadi pagi ini di keluargaku, ternyata sikap atau tindakan romantis tidak selamnya harus terkait ucapan manis, pemberian bunga yang cantik dan harum atau makan malam dengan temaram lampu lilin.

Nah pasti rekan rekanku juga punya momen spesial yang dikenal sebagai sikap dan tindakan romantis yang mungkin sudah anda kenali atau mungkin banyak aktifitas tapi anda tidak atau belum mengganggap sebagai sebuah tindakan romantis. Mari kita temu kenali apa saja sikap dan tindakan kita yang bisa kita kategorikan sebuah romantisme, so temu dan kenali serta share buat sesama. Semoga bermanfaat.

Ditulis diatas kereta dan bus

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: