Surprise di tahun “aluminium”

Setiap orang atau keluarga pasyikah punya moment Spesial, apakah itu terkait dengan hari lahir, hari pernikahan atau hari hari lain yang mempunyai makna khusus bagi keluarga atau orang masing masing.

Hari ini tepat sepuluh tahun kami mengikat secara agama dan negara sebagai keluarga yang sah. Ya tepatnya 2 desember 2004. Kami menikah di Jogjakarta. Seperti tahun tahun sebelumnya walaupun hari pernikahan kami akan ingat selalu tapi memang tidak kami peringati secara spesial. Yang selalu kami lakukan adalah hanya mengucap syukur kepada Allah swt yang telah menjaga keluarga kami dan memenuhi segala yang kami butuhkan selalu terpenuhi, serta ucapan terima kasih kepada istriku atas kebersamaan dalam mengisi rongga rongga kosong yang selalu harus kami saling isi untuk memperkuat bangunan keluarga yang insya allah menjadi keluarga yang barokah dan samawa.

Pagi ini saat terbangun kami sudah lakukan secara bersama yaitu ucap syukur dan saling mengucapkan terima kasih, sambil dilakukan dengan ” pelukan ringan ” namun kami maknai dengan penuh hingga kata kata lain tak bisa terucapkan.

Selama perjalanan sepuluh tahun atau yang menurut hasil googling di internet kami temukan istilah tahun “aluminium” pastilah suka dan duka, riak riak kehidupan menghampiri kami berdua, namun hanya karena bimbingan dan ridha dari allah semata serta doa tulus dan ridha orang tua kami inilah yang menjadikan kami mendapatkan keutuhan rumah tangga yang penuh kesederhanaan dan kebahagiaan. Suka duka selalu kami rasakan dan alami bersama.

Sebuah kejadian sederhan penuh makna, tanpa kami sadari oleh aku dan istriku. Anak terkecil kami mas Igo meminta dibelikan roti tawar yang di jual abang roti di perumahan kami. Dan ini adalah hal yang biasa. Tapi disaat kami bebenah untuk persiapan aktivitas di hari ini, dua anak kami Mba Jasmine fan Mba Naflah sibuk di dapur sepertinya mereka kompak berdua melakukan aktivitas “rahasia” yang saat kami mau mendekat selalu dilarang. Nunggu ya kita siap semua kata mereka berdua. Dan akhirnya moment kami telah siap mereka berdua mengeluarkan hasil pekerjaan rahasinya. Sangat sederhana tapi kami mengganggap sebagai surprise yang sangat luar biasa, adalah roti tawar yang di beri coklat susu dengan di hiasi dengan huruf disetiap lembar roti tadi yang tertata apik dan mereka memberika penjelasan yang menurut kami sangat jenius ide nya.

Ya … Didalam piring penuh dengan roti tawar itu ada roti yang si beri simbol huruf ” A ” adalah singkatan dari ayah, ” B” bermakna bunda, “J” artinya Jasmine anak pertama kami, “N” Naflah anak kedua kami, ” I” dari initial mas Igo serta ada huruf “A ” kedua yang mereka maksud adalah ” akung, ya kakek mereka. Dan dibagian tengah ada tulisan”keluarga” yang mereka jelaskan bahwa kita semua adalah sebagai keluarga.. Subahanallah… Luar biasa anak anak kami, inilah kebahahian lain dari sebuah keluarga.. Kesederhanaan yang penuh makna. Dengan terus berdoa semoga Allah kabulkan semua doa dan harapan keluarga kami, amin.

Ditulis di atas kereta dan bus

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: