Belajar mandiri dan berani ” dengan menginap”

Masing ingat kah waktu masih kecil dulu, masa dimana kita bisa merasakan kebahagian yang tanpa beban, boleh dikatakan inilah kebahagiaan yang tulus tanpa pamrih tanpa dibuat buat. Namun apakah kita sekarang sebelah besar, dewasa dan tua tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang dirasakan saat masih kecil, tetapi kadang di pengaruhi oleh situasi dan kondisi lain yang mempengaruhinya sehingga rasa senang itu tidak termunculkan dengan bebas.

Kami terhadap anak anak memberikan kebebasan untuk berteman di komplek dengan teman sebayanya, yang nota bene walau seusia belum tentu sekolahan sama. Beda saat kami di kampung satu umur ya satu sekolahan. Inj memang terbukti dengan beragamnya temen sebaya anak kami walaupun memang punya teman yang sangat dekat. Memang kami berdua selalu mengajarkan untuk berteman sebanyak mungkin tidak harus satu sekolahan. Hati libur seperti hari minggu menjadi hari pilihan anak kami untuk mengajak teman nya ke rumah kami. Dan lebih dari itu anak kami, mba jasmine suatu ketika menyampaikan ijin apakah temanya boleh tidur di rumah kita ? Ya kalau kata orang tuanya boleh di ijinkan. Ternyata kejadian serupa menjadi motivasi adek nya mba Naflah yang masih kelas 1 sd ternyata punya pemikiran sama seperti kakaknya, dengan ijin kepada kami dan kami tanyakan apakah orang tuanya mengijinkan ? Walaubkami tau jarak rumah kami dengan temannya Naflah hanya berjarak sayu rumah. Yapjbitilah yang telah terjadi pada anak anak kami, dalam kurun waktu tiga minggu ini.

Pembelajaran yang dapat saya ambil dari kejadian ini ada dua hal :
1. Kemandirian, dimana ini merupakan waktut praktek anak anak saling memantapkan dirinya kelak untuk belajar mandiri. Hal yang dapat saya amati walau lucu tapi kebiasaan ini diluar dugaan hasil komunikasi mereka, salah satunya Naflah bilang sama kita kalau minta di bangunkan pagi jam 1 mau shalat subuh, kami ketawa tapi ya nanya anak anak tumben nak kamu semangat shalatnya, ini pengaruh diskusi dengan teman sebayanya. Memang akhirnya bangun lebih awal dari biasanya termasuk hari hari sekolah, karena ada hal lain yang memotivasi yaitu mau jalan jalan bersama ke ke pasar kaget. Satu sisi memang tumbuh panggilan diri begitu bangun langsung menyesuikan sedini mungkin untuk bisa menyesuikan agenda jalan jalan bersamanya.
2. Keberanian, keberanian di sini di artikan berani terlepas dari lingkaran orang tua. Sikap keberanian ini yang pastinya akan menjadikan mereka akan bisa belajar berpisah dari orang tuanya. Yang ini adalah mutlak akan terjadi suatu saat kelak.

Demikian ulasan singkat saya tentang belajar menginap dirumah orang lain yang di oraktekan oleh anak anak kami. Saya percaya masih banyak pbelajaran di merka langsung peroleh, karena saya yakin dan atas pelajaran pada diri sendiri waktu masa kecil ku juga saling berganti tidur dirumah tangga khususnya kalau musim libur tiba.

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: