dolanan anak anak kampung

Masa kanak kanak adalah salah satu masa yang sangat menyenangkan dan berkesan bagi setiap insan manusia. Kenangan itu bisa kenangan yang manis, namun adapula kenangan pahit. Berdasarkan pengalaman diri ku, dan pengamatan ku terhadap dunia anak anak, dapat saya katakan masa kanak kanak adalah masa yang penuh dengan masa yang menyenangkan, penuh kebebasan, mencoba banyak ragam permainan, belajar meniru dari seorang yang lebih dewasa atau tua.

Saat aku berkesempatan mengunjungi, kampung halaman ku karena salah satu kerabat dekat kami ada yang sedang berduka karena meninggal dunia. Beberapa hari tingga di kampung halamanku kusempatkan juga bertenmu dengan banyak teman, orang tua, sahabatku di waktu kecil, para guru ngajiku.

Disaat itu, aku pun mengamati anak anak yang secara nama aku tak tau lagi siapa nama anak anak yang asik sedang bermain bersama ” dolanan” bahasa daerahku. Aku hanya tau nama dari keponakanku, tapi lainnya tidak. Saat kudekati sekelompok anak anak ada laki laki dominan namun ada yang perempuan juga walau tidak terlibat sebagai pemain tapi lebih sebagai penonton.

Aku berusaha mendekati kelompok dolanan bocah itu, aku bertanya sedang main apa, yang tentunya aku gunakan dengan bahasa kampung yang tentu lebih mudah diterima bagi si anak anak itu. Dari hasil menanyakan beberapa pertanyaan maku kudapatkan nama nama permainan yang dulu sekitar 30 tahun lalu ku mainkan. Media permainanya masih sama, wayang kertas hanya gambar gambar sekarang bukan lagi wayang purwo yang dulu kami mainkan, sekarang sudah banyak berganti dengan tokoh kartun masa kini. Tapi secara struktur media nya sama, ada karakter tertentu yang disalah satu sudutnya ada nomer seri berupa angka, atau pun tanbahan nama dari karakter tersebut. Ada yang masih sama dalam hal nama permainannya dan tentu aturan mainnya yang yakin itu tidak didapatkan di bangku sekolah tapi ini adalah pelajaran turun menurun dan “gethok tular” sebagai “roda gendeng” dalam mentransformasikan nilai, aturan dan kesepakatan dalam memainkan dolanan tersebut.

Nama permainan ternyata berkembang cukup pesat, ada deplokan, dimana setiap pemain harus menyetor beberapa wayang semisal lima wayang kemudian dikumpulkan semua pemain dan di tentukan urutan memainkan nya dengan “pingsut” semua wayang di susun bertumpuk dengan arah gambar karakter menghadap ke atas diletakan di atas lantai yang rata, maka permainan dimulai dengan kedua belah tangan kecil dan halus sianak anak kampung itu menepuk secara bersamaan ke lantai.

Pukulan kelantau di lakukan, dalam bahasa lokal di sebut “deplokan” karena memang terdengar suara deplok. Maka seketika tumpukan wayang akan berhamburan, hanya wayang yang sisi atas terbalik nenjadi sisi bawah maka itulah hak si pemain yang telah melakukan “deplokan” ssedangkan wayang yang telempar dan masih menghadap keatas. Harus dibalikan lagi menjadi tumpukan tertata rapi kembali yang artinya ini adalah giliran pemain berikutnya, dilakukan yang sama hingga seluruh wayang aduanya habis menjadi milih di “pendeplok” masing masing.

Tamplekan, ini sesuatu yang berbeda dari permainan waktu kecilku, dan ternyata banyak sekali permainan kecil ku yang sekarang telah bertransformasi begitu cepat, namun nilai nilai permainan sebagai sebuah entitas membangun kebersamaan sesama teman sebaya, tidak pernah luntuk, kejujuran pun menjadi bagian dari permainan ini, semangat ” judi” juga muncul namun ini adaah bagian dari pembelajaran untuk bersaing secara sehat dalam memenuhi kehidupan di masa depan. Kadang tawa dan canda atau bahkan kata kata kotor candaan ala anaka anak juga muncul sebagai wujud expresi sesseorang kalau mengalamai kemenangan atau kekalahan dalam siklus kehidupan manusia ini.

Salam
ES

Posted from WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: