Ayah ini surat buatan ku “Naflah”

surat pertama naflah

surat pertama naflah

Pagi ini adalah hari sabtu dimana aku libur dari pekerjaan rutin di kantor, tapi tidak libur dari aktivitas ku bersama keluarga ku tercinta. Mba Jasmine tetep masuk sekolah, sedangkan mba Fla selalu libur di hari sabtu.

Mba Fla setelah mandi pagi dan sarapan, maka waktu memperkaya untuk bersosialisasi bersama sebayanya tibalah sudah. Dikomplek perumahan kami Mba Fla mempunyai temen seusia yang lumayan banyak. Pagi ini anakku bermain di rumah Raya anak tetangga kami satu deret yang berjarak selang satu rumah sebelum rumah kami. Kebiasaan bermain ini bisa berlangsung sampai mba Jasmine pulang sekolah sekitar pukul sebelas siang. Namun pagi ini Mba Fla masuk ke rumah, sebelum pukul sebelas siang.

Assalamualaikum… Salam yang di ucapkan oleh anak anak kami tatkala masuk rumah. Ayah ayah aku buat surat buat ayah..kata Nafla sambil menujukan hasil karyanya.. Naflah saat ini sudah kelas TK A, membaca huruf satu satu sudah bisa tapi belum lancar apalagi kalau menggabungkan menjadi suku kata. Sedangan kemampuan menulisnya masih di bawah kemampuan membacanya.

Sebuah kertas putih terlipat dua, tampak polos dari luarnya, tapi begitu saya buka, maka terpampanglah kertas seukuran amplop surat dengan potongan gunting tidak rata, dan di warnai dengan krayon pinjaman temen nya, Raya. Terlihat di pojok atas kanan tertulis nama naflah yang terdiri dari dua alinea yaitu NA dan FLA. Saya yakin betul ini karya pribadinya. Yang dengan segala kemampuan yang dimilikinya sekarang ini di tuangkan dalam sebuah kertas dan di diskripsikan olehnya sebagai sebuah surat. Aku tak bisa membaca pesan apa yang kamu sampaikan dalam surat itu kepada ayah, namun ayah begitu bangga pada karyamu anakku, mungkin saat kamu sudah pintar membaca baru kamu sadari bahwa saat usianya baru lima tahun kamu menulis surat pada ayah dengan pesan bergambar yang pasti kamu tau artinya, tapi ayah tidak saat tulisan ini di postingkan dalam blog ku.

Sekali lagi ayah bangga padamu anakku… Aku menunggu apa isi pesan yang ingin kamu sampaikan pada kami melalui karya besarmu berupa surat. I love you.. Semoga catatan ini bermanfaat buatmu.

Salam, Ayah yang selalu bangga dan sayang padamu.. Ayah-Naflah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: