Sepatu Bunda

Sepatu adalah salah satu alat yang hampir semua orang mengenalnya dan memakainya sebagai alat perlindungan terhadap kaki kita. Perlindungan ini bisa dari benturan benda keras ataupun hanya dari kotoran yang akan membuat kaki tampak tidak bersih dan tidak nyaman seperti lumpur.

 

Pagi ini sungguh Allah perlihatkan kepaku pembelajaran yang mungkin tidak ditemukan di sekolahan. Pagi seperti rutinitas keseharianku dipagi hari dari rumah aku mengantar anak pertamaku Jasmine ke sekolah, setelah itu aku langsung menuju stasiun kereta listrik “stadela”. Subbahanallah, aku diperlihatkan pada speda motor yang ada tepat di depanku, speda dengan dikendarai seorang bapak, anak dan ibunya.

 

Musin sekarang ini sedang musim hujan, yang kontan membuat basah jalanan dan akhirnya becek ada dimana mana. Mataku tertuju pada spatu anak yang mau berangkat sekolah tadi. Spatu anak tadi tepat berada di atas spatu ibunya, tepatnya “menginjak”. Saya lihat dengan pasti kalau spatu anak tersebut penuh dengan lumpur/tanah merah karena hujan semalam. Namun sungguh kulihat keihklasan yang didasari karena kecintaan seorang ibu kepada anaknya, sehingga sang ibu dengan rela spatu anaknya “menginjak” sepatu ibunya tanpa mempedulikan sakit karena injakan spatu anaknya, belum lagi dampak pasti yang membuat spatu ibunya menjadi “kotor” terkena tanah merah.

 

Saya kadang melihat seorang pria/wanita manakala spatunya terkena kotoran sedikit saja akibat “keciptratan ” tanah langsung sibuk untuk membersihkannya. Namun dari cerita tadi pagi aku tak melihat keengganan sang ibu saat spatunya diinjak kaki anaknya dengan spatu yang berlumpur.

 

Hal ini mengingatkanku manakala kami sekeluarga pergi berempat dengan speda motor kebanggaan kami. Sering terdengar dari istriku tercinta, mba jasmine taruh kakinya diatas kaki bunda, sekarang dengan pembelajaran tadi subbahanallah, TERNYTA  istriku dan bunda bagi anak anakku Insya Allah dengen tulus ikhlas kalau sepatunya diinjak kaki anaknya yang besepatu pula, yang pastinya sampai detik ini aku tidak pernah mendengar atau keluhan istriku baik karena kotornya spatunya ataupun kesakitan yang ditimbulkan di kakinya karena menopang beban kaki anaknya.

 

Maafkan aku istriku, yang jarang meperlihatkan dan memyampaikan ucapan terima kasih padamu, anak anak ku dari pembelajaran ini ayah berharap bisa mengambil hikmah betapa besar cinta bunda pada anaknya dan betapa ihklas seorang bunda untuk kesuksesan anak anaknya. Sepatutnyalah kita bersyukur kepada Allah dan meminta maaf serta bertemikasih pada ibu. Janganlah lupa untuk selalu mendoakan orang tua kita, dan berikanlah kasih sayang sebagaimana mereka telah menyayangi kita diwaktu kecil.

 This story Dedicated to my wife, my daughter and also special to my mother. I realy love you. di tulis di atas Commuter line menuju office.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: