Punggawa bingung akan nasib dirinya

Alkisah ada obrolan punakawan antara bagong dng petruk. Berikut kutipan obrolannya:

Mas petruk, knapa sich keadaan negeri kita tetep aja begini, kata bagong penuh tanya?
Gong, aku yg udah lama aja nasib nya blum jelas apakah aku akan diangkat sebagai prajurit di negeri impian ini. Kata bapak kita (semar), sesuai kitab suci keprajuritan harusnya udah jadi prajurit, tukas petruk ke adiknya.
Emang mas Petruk udah berapa lama “ngawulo” pada kerajaan negeri impian? Tanya bagong.
Aku dah lama kalau gak salah, raja negara tetangga dah berganti 3 raja. Jawab petruk.
Lah tapi knapa koq status keprajuritan mas Petruk koq masih ajeg, sergah bagong.
Nah itu dia, kata punggawa kerajaan negeri kita itu kekurangan stok uang emasnya, gara gara upeti dari para tumenggung gak lancar.
Lah kenapa punggawa gak mengajak seluruh rakyatnya bersama sama mengupayakan agar kegiatan kreatif para tumenggung sehingga upeti ke punggawa kerajaan meningkat yg selanjutnya bisa menjadikan kesejahteran rakyat dan khususnya prajurit lebih layak, tukas bagong.
Boro boro Gong, punggawa mikirin nasib prajuritnya, mikir nasib dirinya nanti pas akhir taun aja belum jelas, apa bisa kepilih lagi jadi punggawa…tegas Petruk.
Lah trus siapa yg mau memperjuangkan nasib para prajurit negeri impian ini, tanya Bagong bingung, dan Mas Petruk ndomblong.

Catatan menjelang peringatan May day 2009.
Ditulis diatas KRL.
ES

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: