Rejeki siapa yang ngatur ?

Ini adalah catatan kecilku yg merupakan refleksi saya pribadi terhadah ALLAH swt. Catatan ini kutulis dari pengalaman pribadi dan diperkuat bukti yg saya temui.

Baru saja aku melihat disalah satu pojok stasiun kota, disana terlihat sekelompok pedagang kaki lima di samping gerbong kereta, mungkin saudara bisa membayangkan gambaran ini. Nyata sekali, jenis barang yg dijual rata rata sama: pecel lontong, bihun goreng, mie goreng juga tempe, pisang dll yg serba goreng. Jumlah yg dijual hampir smua banyak.

Namun sepintas terlihat olehku dari pintu gerbong yg terbuka, tak ada persaingan diantara 7 atau 8 penjual tersebut. Hal ini aku simpulkan dari komunikasi mereka baik sembari melayani pembeli atau setelahnya. Mereka smua gembira. Bahkan pernah tertawa lepas stelah salah satu penjual bercerita perihal yg lucu.

Tak terlihat olehku rasa bersaing sesamanya untuk merebut hati pembeli. Aku jadi berpikir, apakah mereka telah ikhlas menjalani tahapan iktiarnya. Selain doa tentunya. Tetapi sikap berserah diri pada-Nya lah yg mereka lakukan, sehingga mereka begitu enjoy? Atau pemahaman rejeki toh takan kemana? Yang peng niat, ihtiar dan tawakal.

Bisa jadi pertanyanku semuanya akan di jawab YA oleh smua pedagang tadi. Karena memang REJEKI, ALLAH Yang mengaturnya. Tinggal bagamana umatNya mau menyikapinya.
Karena kebenaran hanya milik Allah swt.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: