Mengasuh Anak Sesuai Temperamennya (1)

Siapa bilang mengasuh anak itu sulit. Bila Anda benar-benar memahami temperamennya, sebetulnya tak ada yang sulit dalam mengasuh anak.

Sebelum menyalahkan anak yang sulit, sebaiknya perlu memahami dulu siapa anak Anda. Salah satunya dengan mengetahui temperamen sang anak dominan ke jenis yang mana. Menurut Galenus, ilmuwan Yunani yang mencurahkan perhatian pada kepribadian manusia, setidaknya ada 4 kepribadian dominan yang dapat muncul pada setiap individu.

A. Kholeris
Anak tipe kholeris, memiliki temperamen mudah emosi, keras kepala, suka membantah, dan tak suka diperintah. Namun, sebetulnya anak kholeris memiliki daya juang dan optimisme yang besar. Sehingga terkesan selalu ingin dituruti kemauannya.

B. Melankholis
Anak bertemperamen melankholis yang dominan akan lebih terlihat kurang ceria, sensitif, perfeksionis, tak suka diganggu, mudah kecewa, mudah menyerah dan mudah berpindah suasana hatinya. Jika ia sedang mengerjakan sesuatu yang disukai lalu merasa terganggu, maka seketika ia bisa berubah murung.

C. Phlegmatis
Anak tipe phlegmatis agak bertolak belakang dengan anak kholeris yang sulit diperintah. Tipe phlegmatis justru merupakan anak yang setia dan penurut. Sehingga tak sulit menyuruhnya duduk, diam, atau menunggu perintah selanjutnya, meski memakan waktu berjam-jam.
Ia juga tidak agresif, cenderung lebih suka menunggu atau mengamati terlebih dahulu sebelum terlibat sesuatu. Dan jika sudah bisa menikmati aktivitasnya, ia bisa melakukannnya selama berjam-jam.
Sayangnya, anak phlegmatis seringkali sulit untuk mengaktualisasikan diri di dalam kelas. Selain itu, kekurangan yang dimiliki anak phlegmatis cenderung lebih mudah menyerah dan kecewa.

D. Sanguinis
Anak sanguinis sekilas kebalikan dari anak melankholis yang pemuram dan perfeksionis. Selain terlihat lebih penggembira dan lucu, anak sanguinis juga suka menjadi pusat perhatian atau “banci tampil”. Anak sanguinis juga dicirikan memiliki sikap penuh inisiatif.
Sehingga tak jarang ia lebih suka memulai percakapan daripada menunggu ditanyai. Namun, anak tipe ini juga agak sulit menyelesaikan satu kegiatan hingga tuntas, dan terkesan sulit fokus pada satu aktivitas. Sehingga kerap menimbulkan keluhan di bidang akademis.

Laili Damayanti
Foto: Agus Dwianto

Sumber : Tabloid Nova

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: