Kurang Perhitungan di Lorong Pepaya ” Kota Bitung “

Dalah kesempatan mengunjungi kota Bitung, Sulawesi Utara dalam acara penilaian awal program HIV yang akan di bantu oleh negara sahabat, Palang Merah Belanda. ada hal yang menarik dan perlu di bagi dengan temen temen semua.

Kejadian ini setelah seharian kita banyak berbagi informasi antara tim penilai dengan tuan rumah, akhirnya di sepakati untuk melakukan observasi tempat tempat yang di nilai paling rawan terhadap penularan HIV di Kota Bitung ini… salah satu tempatnya adalah ” lorong pepaya ” .. saya tidak paham mengapa tempat / jalan ini di kenal dengan sebutan lorong pepaya. ternyata lorong ini adalah tempat mangkalnya para pekerja sek yang hadir di kota pinggir pelabuhan ini entah karena apa alasan utamnya, tetapi dari ceritanya banyak sich mereka yang notabene sebagi “pelaut” mampir untuk sekedar melapas kebutuhan biologis sesaatnya.

kejadian ini kami lakukan kurang lebih jam 22.00 lebih .. dalam observasi kami ke lorong pepaya ternyata kami salah perhitungan… hal ini karena disemangati oleh kekompakan tim baik dari tim penilai dan tim tuan rumah… tidak tanggung tanggung kami datang dengan kelompok yang besar… lima mobil sekaligus… memang perantara kami sudah “baku kontak”  dengan salah seorang koordinator lorong pepaya ini yang sebenarnya lebih tepat sebagai “mami ” namun di luar perhitungan kami begitu lima mobil memasuki lorong pepaya ini orang orang yang tadi berdiri di sepanjang jalan untuk menawarkan jasa seks nya … rombongan kami berneti di tengah lorong dan kami mulai keluar ternyata….. mereka kalang kabut…. ada yang lari tunggang langgang …. menyelamatkan diri…. kabur lebih tepatnya…. untuk menghindari  garukan dari pihak berwenang seprti satpol pp atau dinas lain…. , saya langsung ber ucap  aduh salah strategi kita… seketika itu saya tersadar … langsung saja saya menhampiri rekan saya yang sebagai penghubung tersebut, saya katakan … wah kita kebanyakan pasukan nich turun langsung ke lorong ini, mereka kabur dikira ada operasi garukan , dengan cukup responsif perantara kami segera menuju rumah mami dan langsung kami jelaskan…. baru si mami memanggil manggil anak buahnya untuk kembali ke posisi karena ini bukan garukan. satu persatu di kumpulkannya oleh mami, lebih kurang nya sekitar lima anak buah mami… sempat kikuk juga karena jumlah orang di tim kami dengan orang yang akan kita ajak ngobrol tidak sebanding… akhirnya saya mulai mengajak ngobrol … untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilan para perkerja seks ini terkait dengan issue penyakit menular seksual dan HIV dan AIDS termasuk diantara tentang Kondom…. setelah cukup informasi yang kami kumpulkan akhirnya kami mohon diri …. hick…. ada lesson learnt yang kami peroleh buat saya pribadi dan mungkin juga bisa saya bagi kepada temen temen semua… yaitu antara lain  : selain koordinasi dengan penguasa wilayah setempat, pastikan tim jangan terlalu banyak .. kalau tim pun harus dengan banyak orang mungkin sebaiknya memarkir mobil jauh sebelum memasuki lokasi observasi;  kaburnya para pekerja seks ini pun beralasan .. setelah kami korek dari mereka  tentang… mengapa mereka kabur ternyata jawabanya cukup sederhana … selamin ada pemeriksaan darah yang kadang kurang cukup dalam menyampikan tujuan di adakan pemeriksaan darah, dan juga kadang dilakukan pemeriksaan fisik selain pemeriksaan darah terhadap penyakit kelamin ….. semoga bermanfaat buat kita semua

by Exkuwin Suharyanto : menulis di:www.exkuwin.wordpress.com

Advertisements

One thought on “Kurang Perhitungan di Lorong Pepaya ” Kota Bitung “

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: