TONDANO ” Kota mirip Puncak Bogor”

Dalam kesempatan hidup yang telah di berikan Allah kepada saya, melalui kesempatan untuk bisa mengunjungi TONDANO, tondano sekarang ini adalah sal;ah satu Kota di propinsi Sulawesi Utara. menggunakan mobil dapt ditempuh kurang lebih  1 jam perjalanan. dengan melewati wilayah kota TOMOHON.

Suasana Tondano waktu itu adalah hujan yang cukup deras hingga di kulitku terasa cukup dingin seperti anda yang pernah tinggal di daerah puncak Bogor, pada saat itu saya kurang persiapan untuk membekali diri dengan membawa pakain yang cukup tebal. namun karena semangat tim dengan satu tujuan dimana saya bersama tim akan bertemu dengan salah satu tokoh pemuda gereja (GMIM= Gereja Masehi Injili di Minahasa), yang sebenarnya Kota Tondano bukan menjadi tujuan kunjungan saya, namun karena tokoh pemuda gereja itu hanya bisa di temui di Tondano, jadi kami sepakat untuk bertemu dengannya di salah satu gereja ” riedel wawalintouan”.  berharap dapat langsung bertemu dengan tokoh pemuda ini, namun sayang seribu sayang, kedatangan kami berbarengan dengan bapak Gubernur Sulut ” Sarundajang” dengan terpaksa kami harus menunggu prosesi pembukaan ‘Festival Seni pemuda dan Cerdas Cermat Alkitab se Sinode GMIM 2008″.

Dalam penantian yang cukup lama lebih dari 3 Jam akhirnya saya putuskan untuk membuat catatan kecil saya yang akan saya tulis di blogku. aku gunakan waktuku untuk berbincang dengan beberapa orang yang ada didekatku, dan akhirnya ku peroleh beberapa keterangan tentang tempat yang menarik antara lain : adalah  danau yang akhirnya di sebutlah kota ini dengan nama Tondano, karena ada dana air tawar, kami tidak sempat mengunjui dana tersebut hanya meliaht dari kejauha saja. Ada kampung jawa di daerah ini tinggal banyak masyarakat dari jawa, dan ini terbukti walaupun sebagian besar penduduk kota Tondano adalah kaum kristian, tapi hampir berdekatan dengan gereja yang kami kunjungi tidak jauh ada mesjid yang cukup besar berarda di dekat terminal dan pasar Tondano. Tempat yang patut dikunjungi adalah makan pehlawan SAM Ratulangi .

Penantian hingga hampir jam 17.30 kami tidak berhasil bertemu dengan tokoh pemuda gereja itu, maksud kami bertemu dengan tokoh pemuda ini adalah dalam rangka penjajagan program penanggulangan HIV di wilayah Sulawesi Utara, karena beliau sedang sibuk sekali mendamping bapak gubernur sulut dan bapak bupati minahasi. akhirnya melalui perantara kami bertemulah kami dengan sekertaris tokoh pemuda GMIM ” Franky Mocodompis, akhirnya kami utarakan maksud dan kunjungan kami yang intinya adalah membuka pintu kerjasama bareng dalam penanggulangan HIV antara PMI dan GMIM dengan targetnya adalah para remaja/pemuda dengan program pencegahan melalui beberapa kegiatan seperti pendidikan sebaya, penyuluhan, kampanye, penyedian berbagai media KIE untuk para pemuda di sulawesi utara.

Pertemuan yang singkat ini akhirnya kami undur diri karena hari telah sore menjelang gelap, dan harus kembali ke Manado. dalam perjalanan kembali saya mendapatkan cerita kalau di Tondano banyak sekali PUB, CAFE serta penginapan yang di duga juga mendunkung peningkatan kasus HIV ( walau belum ada bukti ilmiahnya) , kami akhirnya mampir ke salah satu komplek warung remang remang yang di situ sebenarnya tidak banyak sich yang di jualnya, hanya Jagung bakar dan juga beberapa minuman hangat serta panganan kecil lainnya, kami tertarik mampir ke tempat ini karena isunya tempat ini dijadikan tempat antara untuk bisnis “seks” sebagai tempat transaksi antara laki-laki hidung belang dengan perempuan penyedia jasa seks. walau kami masih terlalu sore, kami tidak menemukan penguat bisnis seks ini, tetapi kami dari terawangan kami dan informasi dari informan kami kuat dugaan tempat ini adalah tempat antara.

setelah pesanan kami ” Jagung bakar, teh hangat, sate keong ” kami Santap habis akhirnya kami melanjutkan perjalan pulang ke hotel di Manado tempat kami menginap. kami hanya berharap di tahun 2009-2010 semoga kami keluarga besar PMI bersama dengan komponen bangsa yang ada di Sulawesi utara khususnya KOta Manado, Bitung, dan Tomohon dapat memberikan kontribusi untuk menurunkan kasus HIV di wilayah ini atau setidaknya pengetahuan, sikap dan perilaku warga sekitar tentang HIV akan meningkat. Amien. ( Exkuwin, http://www.exkuwin.wordpress.com).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: