Memaknai 63 Tahun Lahirnya Palang Merah Indonesia

Hari ini institusi saya bekerja tepat memasuki usia yang ke 63 tahun, usia yang tidak tergolong muda lagi. Palang Merah Indonesia atau masyarakat mengenal dengan singkatan PMI ( Indonesian Red Cross ). Lahirnya PMI pada 63 tahun yang lalu, tepatnya satu bulan setelah negara Indonesia Merdeka 17 September 1945, di semangati semangat bangsa yang bergejolak untuk membantu tugas tugas negara, karena sesuai dengan tujuan PMI adalah ” auxilary to government ” bukan mengambil alih tugas-tugas pemerintah.

Dari tahun ke tahun bertambahnya usia organisasi PMI semakin di rasakan kehadiranya dan di rasakan manfaatnya oleh semua pihak baik unsur pemerintah, institusi non pemerintah, masyarakat khususnya masyarakat yang masuk dalam ” vulnerable people” / rentan. Tumbuh dan berkembangnya PMI tidak luput dari dukungan masyarakat, baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional ( Perhimpunan Palang Merah Nasional) / Palang Merah Negara Lain.

Semakin tinggi pohon tumbuh mejulang tinggi ke udara, makin besar juga terpaan angin yang menggoyang pohon,  yang bisa berakibat pohon tersebut menjadi bergoyang mengikuti gerakan angin, bahkan bisa menjadi tumbang, mana kala batang dan akarnya tidak terlalu kuat. PMI yang di ibaratkan sebagai sebuah pohon bisa berguna bagi yang lain tetapi penuh dengan tantangan “angin” kehidupan.

Oleh karena itu dengan semakin matangnya usia PMI, patut kiranya kita semua sebagai bagian dari sumber daya PMI hendaknya secara bersama-sama dan bahu membahu untuk  mewujudkan ” Bersama Untuk Kemanusiaan ” sebuah tema yang mudah untuk di ucapkan tetapi penuh dengan tantangan untuk bisa mewujudkannya. PMI selalu mengikuti perkembangan kehidupan, yang berarti dalam bentuk pelayanan PMI selalu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, termasuk juga isu yang sedang hangat sekarang ini seperti : Perubahan Iklim yang turunanya banyak sekali baik, munculnya krisis pangan, krisis air serta munculnya berbagai penyakit yang tidak mudah untuk mendapatkan penanganan.

Dengan “ Bersama untuk kemanusiaan” ini adalah sebuah ajakan yang luas bukan hanya untuk sumber daya manusia PMI tetapi semua pihak yang telah turut serta membesarkan PMI. bukan kah dengan kita selalu bersama segala beban yang di hadapi akan bisa teratasi. Insya Allah…..  Saudaraku marilah kita selalu bersama-sama untuk mewujudkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang paling rentan…. Mari Saudarku jangan patah semangat untuk terus berjuang demi kemanusiaan.

Sedikit komentar dengan peringatan HUT PMI, peringatan yang sederhana ini beberapa pertanyaan dari beberap PMI Daerah/Cabang lain menimbulkan pro dan kontra.. ada yang berkomentar peringatan yang sederhana sangat sesuai dengan kondisi Indonesia yang masih sedang berjuang untuk dapat meningkatkan dari sisi ekonomi namun sebagai lain ada yang berkomentar peringatan tanpa upacara dirasa kurang mendukung semangat kebersamaan dan semangat kebanggaan akan institusi yang kita miliki…. muncul kebangaan ….. Bagaimana dengan saudara menanggapi nya… ? yang patut kita lakukan adalah selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima dariNya… apalagi sekarang ini bulan yang penuh berkah bulan Ramadhan… Selamat HUT PMI yang ke 63 semoga PMI makin jaya dalam memberikan pelayanan kemanusian untuk masyarakat yang membutuhkan…..

By : Exkuwin Suharyanto menulis di : http://www.exkuwin.wordpress.com

Advertisements

4 thoughts on “Memaknai 63 Tahun Lahirnya Palang Merah Indonesia

Add yours

  1. Usia 63 tahun, dalam usia manusia tergolong masuk dalam usia retired, telah timbul keriput, beser, perut buncit,encok, rhematik, sakit jantung, darah tinggi, kolesterol, asam urat, kencing manis , stroke dll, malahan ada beberapa yang menghadap pada Yang Maha Kuasa.
    Apakah PMI dalam usia 63 tahun akan mengalami hal yang sama??? Jawabnya ada dalam diri anda sendiri.
    Tetap dalam usia 63 tahun, secara pribadi berharap, termasuk usia puber artinya bukan tambah genit , tapi bertambah produktif dalam beraktivitas, performa makin meningkat sehingga pelayanan kepada kemanusiaan makin nyata dan mantap.
    Berbicara mengenai pelayanan kepada kemanusiaan, teringat pada satu pelayanan kemanusiaan yang belum terpenuhi sampai saat ini adalah pelayanan kemanusiaan bagi staff staff PMI. Jangan hanya eksis pelayanan kemanusiaan diluar dan dipuja puji dimana-mana, tapi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan untuk staff staff nya melempem dan tidak diperhatikan.
    Diagnosa akhir : ada unsur diskriminasi dan ketidak perdulian.
    Terapi: Adanya reward sistem, sesuai dengan kapasitas & kualitas nya,mempererat hubungan antar Pengurus- Staff, beriman kepada Yang Maha kuasa.

  2. 63 tahun bukan usia yang muda, di satu sisi kita boleh bersenang hati menyaksikan kiprah PMI dalam kegiatan kemanusiaan di tanah air, mulai dari konflik di Aceh pre-tsunami hingga tanggap darurat bencana.

    Ada satu hal yang mungkin perlu diupayakan yaitu bagaimana menjadikan PMI sebagai lembaga palang merah milik bangsa. Seperti yang kita ketahui bersama, PMI sangat bergantung kepada donor asing selama ini, padahal banyak peluang untuk meraih funding dari perusahaan nasional yang ada ditanah air. Untuk itu kedepan diharapkan PMI bisa lebih transparan dalam pengelolaan fundingnya dan dengan keterbukaan tersebut semoga masyarakat lebih percaya terhadap PMI dan memiliki rasa “memiliki” yang lebih tinggi, karena pada akhirnya pelayanan PMI ditujukan untuk masyarakat juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: