Rasulullah meng “ Amini “ tiga kali

Dalam sebuah riwayat, pada saat Rasullulah Muhammad s.a.w pada saat akan menaiki mimbar. Setelah selesai Sahabat bertanya kepada rasul, Ya Rasul tadi saya perhatikan Rasul pada saat menaiki tanggal mimbar, Engkau mengatakan “Amin, amin, amin” apa maksudnya ya rasul ? tanya sahabtnya. Akhirnya Beliau menjawab :

Amin yang pertama : Ketahuilah sahabatku, pada saat aku menaiki tangga pertama, malaikat menghampiriku dan mengatakan “Orang orang muslim yang pada bulan Ramadhan ini tidak berpuasa dan tidak ada alasan yang menghalangi untuk tidak melakukan puasa tapi tetap tidak puasa, maka di haramkan untuk masuk surganya Allah dan akan dimasukan kedalam neraka Allah. Maka aku mengatakan “Amin”.

Amin yang kedua : Selanjutnya malaikat mengatakan orang yang masih tinggal bersama dengan orang tuannya tetapi yang bersangkutan tidak menghormati, sopan dan berbakti kepada orang tuanya, maka Allah akan memasukannya kedalam neraka nya Allah, karena dalam suatu riwayat yang lain dikatakan bahwa ?Ridho
orang tua adalah ridho nya Allah… Maka aku mengatakan “Amin”.

Amin yang ketiga : jikalau ada seseorang menyebut nama ku (muhammad ) tidak membacakan shalawat maka, Allah tidak mengijikan masuk surgaKu, dan akan aku tempat kan di nerakaKu. Maka aku mengatakan “Amin”.

Belajar dari riwayat di atas, khususnya untuk amin yang pertama, bulan ini adalah bulan ramdhan, dimana bulan yang kita jadikan sebagai bulan pendadaran ” kawah candradimuka” dalam sebuah ilustrasi yang cukup mudah dalam memahami peran manusia dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan adalah : manusia, ibarat air, apabila kamu pahami tentang siklus air hujan, itulah ramdhna… , air hujan adalah air yang paling murni namun setelah air jatuh ke bumi, akan menyentuh tanah bisa di bukit, lembah, halaman,… selanjutnya air akan terbawa ketempat yang lebih rendan melalui selokan, parit-parit, sungai dan akhirnya kelaut atau danau. Dari laut dan danau itu akhirnya akan dipanaskan oleh matahari dan akhirnya menguap dan terangkat ke langit dan akan siap jadi air hujan yang murni kembali. Pemanasan air oleh matahari ibarat 1 bulan ramadhan sedangkan proses lainya adalah ibarat 11 bulan lainnya. Jadi ramadha di jadikan sebagai “kawah candra dimuka” pemanasan air oleh matahari agar air kembali murni, yang sama dengan kita manusia apabila kita telah satu bulan melaksanakan puasa ramadhan beserta amalan-amalannya makan kita akan sampai pada hari raya idul fitri kita pun mendapatkan predikat manusia yang suci / murni telah di bebaskan dari dosa dosa yang telah di perbuat sebelumnya. Demikian lah manka puasa buat kita. Akhirnya adalah menjadi orang yang bertaqwa.

Insya Allah saya dan keluarga beserta seluruh warga muslimin dan muslimah akan mendapatkan kesucian dan kemurniar “bak air hujan” yang pada akhirnya akan mendapatkan jamina dari Allah s.w.t yang juga telah di”amini” oleh Rasul;ullah Muhammad s.a.w, berupa surganya Allah . Demikian catatan pribadiku, sebuah catatan kaki pada hari ke tiga belas Ramadhan 1429 H, yang benar adalah semata – mata datang dari Allah dan catatan yang salah semata mata datang dari diri saya pribadi, Amine….

By : exkuwin Suharyanto | menulis di : www.exkuwin.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: