email gratis berdomain pmi menjadi identitas dan entitas relawan PMI

Kemajuan teknologi informasi ( TI) di masyarakat global menuntut  PMI untuk lebih bisa melakukan adaptasi  yang lebih efisien terhadap berbagai bentuk pelayanan kepada kelompok rentan ( beneficieries) dan pengelolaan menejemen PMI  yang pada akhirnya akan lebih menguntungkan sisi manajemen. Secara filisofi relawan baik secara personal ataupun tergabung dalam kelompok berperan sangat penting dalam memberikan kontribusi sehingga “image” PMI di masyarakat semakin meningkat. Tidak mudah membangun keterikatan relawan dalam lingkungan PMI yang pada giliranya akan menunjukan kecintaan yang terus menerus pada organisasi PMI. Pembinaan  melalui penyediaan pilihan pelatihan yang di tujukan untuk meningkatkan ketrampilan dan profesionalisme relawan saat ini telah dilakukan oleh PMI. Penyediaan wadah pun akhir – akhir ini kerap menjadi pembicaraan di komunitas relawan PMI, hal ini semata- mata untuk mengakomodir minimnya komunikasi antar relawan juga  relawan dengan manajemen dan pengambil kebijakan (staf dan pengurus PMI).

 

Mudah, Modern akhirnya Mencintai PMI !!!

Sebuah pemikiran bagaimana mengawinkan mekanisme apresiasi kepada para relawan PMI dengan kehadiran teknologi informasi yang makin pesat ini. Mungkin bagi sebagian orang teknologi informasi adalah barang yang “ mahal “ namun dari sisi efisiensi dalam manajerial TI akan sangat membatu manajemen. Mudah  : dikatakan mudah adalah dari sudut pandang ketersediaan sarana baik perangkat keras ataupun lunak. PMI telah mempunyai sarana TI dimaksud, yang dibutuh sekarang adalah sebuah pemikiran yang akan menghasilkan sebuah kebijakan. Sangat mudah untuk di terapkan sepanjang  kita semua telah mempunyai pemikiran yang di ramu menjadi sebuah kebijakan. Modern : masyarakat penggunaan TI boleh dikatakan mempunyai karakteristik yang selalu mengikuti perubahan serta merespon dengan berbagai penyesuaian sesuai dengan sumber daya yang dimilik. Gaya hidup masyarakat modern banyak dikaitkan dengan mereka yang secara keseharian adalah sekelompok masyakat yang “ addict” terhadap TI yang dalam perujudannya hadir melalui berbagai perangkat penunjang aktivitas keseharian yang antara lain berupa internet dan turunan teknologi dari keluarganya. Relawan PMI juga sebagai bagian dari masyarakat Modern.  Mencintai PMI : kecintaan pada lembaga atau organisasi seperti PMI bisa di perkuat dengan adanya kenyamanan ( enjoy) lingkungan PMI yang didapatkan oleh relawan. Forum – forum pertemuan baik itu kelompok kecil atau pun kelompok nasional bisa jadi sebagai dambaan dari para relawan PMI  untuk memupuk kecintaan yang telah dimilikinya. Namun kadang dan ini adalah realita…… jarak dan ketersedian waktu kadang membuat kita menjadikan kita merasa  hilang bukan sebagai anggota keluarga besar Relawan PMI manakala ada forum yang tidak bisa kita ikuti karena terkendalam oleh faktor jarak dan waktu tersebut.

email gratis dari PMI mungkinkah ?

Surat eletronik atau yang kita kenal dengan istilah modern e-mail; adalah menjadikan ciri kemodernan masyarakat termasuk di lingkungan relawan Palang Merah Indonesia.  Mengingat ketersedian sarana dan potensi yang dimiliki oleh PMI email gratis untuk relawan PMI jawabanya adalah SANGAT mungkin. Email sebagai identitas sekaligus entitas relawan; sebagai identitas email hadir sebagai bagian dari hidup kita untuk berkomunikasi sesama manusia yang menunjukan identitas personal dari seseorang yang mempunyai email dimaksud. Entitas “kebanggaan” : seseorang relawan PMI yang diberikan pengghargaan untuk menggunakan identitas personalnya melalui email gratis ber domain pmi bukan gratisan seperti ….@ya***.com  atau …@g***.com , kita merasakan kebanggaan karena ini adalah bukti pengakuan dari institusi yang bernama PMI kepada relawanya sebagai bagian dari keluarga besar PMI. Kebanggan ini akan tentunya akan bisa dilihat manakala seorang relawan PMI berkomunikasi dengan dunia luar PMI melaui email yang berdomain pmi, yang menurut saya akan dilihat oleh institusi lain  sebagai wakil resmi isntitusi PMI karena domain pmi muncul di emailnya dan jaminan kepercayaan buat institusi yang menerimanya. Kecintaan pun akan melekat apabila nantinya untuk mengakses email ( webmail) telah disediakan di halama utama dari website resmi pmi. Kecintaan ini awalnya adalah keterpaksaan karen tujuan utama mengunjungi website pmi untuk melakukan pengecekan atau mengirim surat electronik berdomain pmi. Karena banyak dari relawan PMI termasuk saya sangat jarang sekali untuk melihat informasi apa yang ada di halaman muka website PMI. Dari keterpaksaan diharpakan akan muncul kecintaan yang wujudnya diharapkan berupa saran, kritik dan komentar untuk terus dan terus memperbaiki penampilan; perwajahan dan performan website pmi di masa mendatang.

Perlu aturan untuk penggunaanya……!!

Jikalau email gratis berdomain pmi akan diberikan untuk para relawan kita tentunya tidak hanya sekedar gratis tanpa prasyarat. Mengingat domain  yang akan menempel sebagi identitas pmi bisa jadi disalah gunakan untuk kepentingan negatif yang bisa jadi akan menurunkan citra pmi itu sendiri. Pengatutan dilakukan tahap pengajuan untuk mendapatkan email gratis harus mendapatkan persetujuan dengan merefernsi email atau no telpon dari salah satu pengurus atau staf untuk di klarifikasi tentang kebenaran seseorang sebagai relawan pmi di wilayah asalnya. Dan juga pada tahan pengajuan di jelaskan bahwa tanggung jawan dari penggunaan email ini adalah tanggung jawab personal bukan organisasi.

Demikianlah sebuah pemikiran yang di landasi atas dasar kecintaan pada organisasi Palang Merah Indonesia, semoag pemberian email gratis berdomain pmi yang bisa digunakan sebagai identitas dan entitas relawan PMI yang dilihat dari dukungan sarana serta potensi yang PMI miliki adalah sangat MUDAH, di lakukan, Modern sebagai gaya hidup masyarakat sekarang ini termasuk relawan PMI, yang pada giliranya adalah kecintaan relawan terhadap organisasi Palang Merah Indonesia. 

Advertisements

17 thoughts on “email gratis berdomain pmi menjadi identitas dan entitas relawan PMI

Add yours

  1. wah pemikiran yang berdarahkan PMI bgt…

    aku mau jadi orang pertama yang mendukung…

    misalnya, emailku jadi “sassu@relawanpmi.org”
    keren banget…

    dan ini kayaknya harus di imbangi dengan data base SDM PMI, dan kalo seandainya ada penyalah gunaan dan sesuatu dan lain hal (panjang bgt??)

    bisa di delete member aja…

    wah keren…

  2. Tulisan yang bagus…
    Tapi pertanyaan besarnya adalah… piye cara dapetin emailnya???
    Apakah mekanismenya uda dijalankan???

  3. Jawabannya tergantung dari sisi mana kita melihatnya, mas.

    Kalo dari sisi teknis jelas sangat mungkin. Paling penting adalah menyediakan webspace yang lumayan gede untuk menampung ratusan (ato malah mungkin ribuan) email account. Di sini ada 2 opsi: menyewa webspace berbayar atau memanfaatkan fasilitas gratis dari Google. Opsi kedua sudah diuji coba dan sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh Norwegian RC di Indonesia dan KSR Univ Udayana.

    Kalo dari sisi politis, ya berpulang ke Pusat sendiri mau bagaimana menyikapi usulan ini. Isu penyalahgunaan juga ga bisa diremehkan dan karenanya harus ada mekanisme pendaftaran dan pengawasan.

  4. Wah kalau bicara soal bagaimana mendapatkanya, saya setuju itu musti berasal dari munculnya kebijakan…. saya hanya melihat bahwa peluang itu dari sisi hardware dan software sudah ada cuma belum dari sisi Brainware nya….

    Tawaran yang disampaikan rekan priyo dengan pemanfaatan oleh Norwegian RC dan KSR Univ Udayana mungkin bisa di ambil sebagai referensi. tetapi saya lebih menyarakan untuk mengunakan ” webspace sendiri ” biar managenya lebih mudah.. kalau ada kendala pendanaan … saya masih melihat adanya “peluang” yang besar dari “brother” kita ( red: PNS) sepanjang ide dan kebutuhan kita rasional yakin mereka akan support, sebagai misal tahap awal pakai webspace yang ada sekarang ini misal hanya cukup untuk 100 orang….. nah kita tunjukan bukti buktinya seperti besarnya permintaan tapi kita tidak dapat penuhi karena keterbatasan space nya… baru kita minta / request ke brother.

    Ujung permasalahnya adalah terlalu sedikit orang – orang PMI sebagai pengambil kebijakan yang sudah melek teknologi, boleh ambil contoh dalam komunitas pmi yang boleh dibilang udah tua dari usia, tapi pemikiran maju dalam hal TI dan beliau duduk dalam susunan pengambil kebijakan kan hanya satu … yaitu Bapak H.A dari Jatim…. coba kalau banyak …..

    Ide ini sebenarnya hanya untuk membangun konsep PMI masa depan dengan me”racuni” generasi muda penerus PMI ya seperti sampean semua, Mas Priyo, Sassu dan Topan….. hayo kita sebarkan racun ini sesuai dengan kemampuan kita masing masing di tingkatan masing masing….
    salam…. Wien

  5. kalo saya sih biar terwujud baiknya nunggu pendapat dari Divisi PMR dan Relawan dulu, apa disana sudah dikembangkan seperti usulan ini. karena kapasitas staf Div. PMR & Relawan tidak usah diragukan dalam hal ini. Trus kaitannya dengan pengembangan Website yang diusung oleh Div. Komunikasi dan Unit IT kumaha ??? kayaknya mereka harus kita dengar dulu pendapatnya.

  6. Pro : yang MELEK tekhnologi.

    Tulisan di sini saya baca berkali kali dan di diskusikan ama kawan-kawan yg berpredikat Relawan PMI Cabang Kota Medan. Lho…. sampai segitu nya.?! la iya… soalnya kita gak mau di bilang asal ngomong…
    Pemikiran Bang Exwin luar biasa, salut buat abang…
    Hal ini sekaligus buat saya terharu n miris, dikala kita berupaya menggali informasi di dunia maya, eh… kami di PMI Medan malah harus di butakan (dikebiri) kemauan untuk maju.
    Kenapa Begitu???
    Markas Cabang PMI Medan cuma punya komputer zaman batu dengan fasilitas ala kadarnya. Internet pernah ada, tapi itu sekian bulan yg lalu.
    Koq bisa gitu…? padahal program yg didanai PNS ada beberapa yg di tangani PMI Medan. Masalahnya adalah tidak ada program yg membangun kapasitas building PMI Medan. Jaringan yg ada telah diputus dan dipindahkan ke tempat lain.

    Kunjungi Markas Cabang PMI Medan, saksikan kegelapan zaman batu di sana. Maaf… bukan mematahkan semangat, ketika kawan-kawan meningkat ke pengembangan tekhnologi, kami disini bingung karena fasilitas yg seharusnya ada, malah sekarang di boyong ke tempat lain yg gak ada hubungannya dengan PMI.
    Maaf bagi yg gak berkenan…

  7. Membaca komentar dari Bung Miftah, marilah kita tunggu respon dan aksi dari temen – temen yang lebih kompetence, dengan seberkas harapan akan terjadi perubahan menuju impian,

    Buat Bang Herry, apakabar kang Herry, wah lama gak ketemu ya…. tapi any way terima kasih telah mengangkat issue ini sebagai bahan diskusi diantara temen relawan PMI Kota Medan…. wah emang bener begitu bang Herry kondisi kota Medan ( PMInya)…. miris nich dengernya kalau sampai harus balik kejaman batu… apa karena ada statment ” back to basic ” ya …. jadi balik lagi ke jaman batu he he he… kan jaman dulu Hendri Dunant belum ada Internet ….. baru MELEK Batu kali ya belum melek IPTEK…. tapi ayo mulailah dari hal yang kecil dari setiap kita … niscaya ini akan menjadi aksi yang semakin lama semakin membara dan diharapkan akan menjadi menyala ….

  8. Sip ! Maju terus mas ! Jangan risau dengan segala tetek bengek komentar bernada pesimis yang akan muncul tentang niat bagus ini. Kendala pasti ada dalam realisasinya, karena untuk mendapatkan sebuah KARYA BAGUS rasanya tidak ada yang datang dengan cara MUDAH. Menebarkan virus dalam rangka merangsang dan memaksa PMI untuk LARI LEBIH KENCANG kearah kemajuan itu memang perlu.

    Saya yakin niat Mas Exwin tulus demi PMI, bukan masalah IDE SIAPA ataupun SIAPA YANG AKAN TAMPIL, yang penting niat baik kita dapat diterima dan terwujud. Saya gak tau harus membantu seperti apa dalam mewujudkan niat Mas, saat ini saya hanya bisa mendukung niat Mas. Karena kalau itu dapat terealisasi, saya yakin PMI akan lebih dikenal masyarakat dan performa kita akan lebih baik.

    Mas, kalau bisa saya pengen banget diskusi dengan mas Exwin, banyak peluang yang dapat dikembangkan oleh PMI dalam rangka memberdayakan potensi para profesional dan perusahaan diwilayah kita masing-masing. Saya perlu teman diskusi untuk bertkar pikiran.

    Kalau mas ada waktu tolong hubungi saya, niat kita sama, INGIN MEMBAWA PMI LEBIH MAJU DAN BERMARTABAT. Selamat berjuang Mas !

  9. Aduh terharu nich bang Winggit…. silahkan aku bisa koq di hubungi setiap waktu… masih inget kan No HP saya : 081 AYO KUNCI

  10. setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!
    aq setuju banget sama pemikiran itu maju terus demi kemanusiaan apapun yang dilakukan demi PMI aq akan selalu mendukung….
    kalau sudah jadi beritahu aku yach masssss!

    Salam kemanusiaan

  11. Insya Allah Mas Gunawan, kalau mimpi ku terrealisir akan aku infokan segera… semoga di launching web baru nanti bisa masukya… katanya dalam HUT PMI nanti 17 September bakalan ada peluncuran web baru PMI kita tunggu ya mas…

    Salam

  12. Kita setuju aja n tergantung policy board kita aja. Karena akan menyangkut biaya yang tidak sedikit seperti biaya perawatan, bandwith dan lainnya.

  13. mas Ilhan dan Mas Andre terima kasih… saya sudah posting di milis komunitas …. ulasan singkat saya … semoga di dengar dan mendapatkan follow up dari pihak yang penanggung jawab pengambangan website PMI ….. salam…

  14. Setuju dan amat sangat mendukung sekali, mas.
    Tinggal kita gulirkan plus doa dan keyakinan bahwa niat baik pasti akan terwujud. Time will tell….
    Nha, yang perlu kita lakukan adalah memberikan akselerasi/ percepatan terhadap realisasinya.
    Saya pernah mendengar langsung dari Bu Lena selaku Wakil Ketua PP Bidang IT yang kebetulan beliau adalah salah satu boss di BCA, rupanya kendala yang dihadapi masih klasik…yaitu UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Lagi2 masalah pendanaan. Dan tentu saja, pokok masalahnya sebetulnya kembali ke policy di PMI. Aku yakin, koq…dana itu bertebaran di luar sana. Kembali ke PMI aja, bagaimana memanfaatkan peluang tersebut. Orang bijak bilang, “Kesempatan Tidak Datang Dua Kali”.
    Rupanya awareness dari PP-lah yang masih perlu ditingkatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: