jump to navigation

Pembelajaran yang baik dari Bunda 17 Februari, 2009

Posted by exkuwin in Tumbuh Kembang.
Tags: , , ,
add a comment

beberapa hari ini kami sekeluraga khususnya saya, Jasmine (putri pertama kami), Naflah ( putri kedua kami) sedang mendapat gangguan di saluran pernapasan … bapil ( batuk pilek). kedua putriku mempunyai karakteristik yang berbeda, itu pasti. Salah satu pembeda pada Jasmine dari kecil dengan yang namanya obat dia sangat “suka sekali” artinya kalau pas sakit di sodorkan obat langsung dech di sambut dengan senang dan gembira. tapi tidak dengan Naflah yang  dilakukan karena belum bisa ngomong tapi dengan jelas  kepalanya di geleng – gelengkan sebagai tanda penolakan.

Pas suatu malam, aku membelikan obat untuk Naflah, walaupun  juga sakit flu, tapi aku tidak melikan obta flu untuknya, yang terjadi adalah begitu sampai di rumah aku di komplain sama putri pertamaku, kenapa aku tidak di belikan obat..? Bundapun dengan gamblang menjawab sebagai penjelasan kepada putri pertamaku. dan akhirnya Jasmine pun mau menerima penjelasan bundanya, namun bukan Jasmine kalau berhenti bertanya, maka keluarlah pertanyaan kedua dari mulut kecilnya, Jasmine mau minum obat nya Ade.. ( obat ade emang obat untuk bayi). kami sempat terdiam beberapa saat, jawaban apa yang harus kita berikan sebagai penjelasan kalau Jasmine yang berusia 3 tahun 6 bulan dapat memahami bahwa dosis obat itu berbeda, Bunda : menjawab obat ade dan obat Mba itu berbeda tapi sama sama untuk menyembuhkan pilek. tapi jasmine pengen minum obat ade sergahnya.

Untunglah Istriku segera memberikan ilustrasi yang cukup manjur, … dijelaskanya dengan pertanyaan dari Bunda kepada putri pertamaku. Emba.. mau pakai baju ade…. Jasmine menjawab mau…, dengan pelan tapi pasti lalu Bunda menuntun Jasmine menuju keluar kamar tidur kami menuju tempat penyimpanan baju Ade. Bunda mengambilkan baju nya ade dan memcoba memakaipan pada Jasmine… sambil bertanya, enak gak pakai baju ade… tanpa perlu jawaban yang akan keluar dari mulut mungil putri pertama ku pasti Anda bisa mendapatkan jawabanya saya seperti yang akan Jasmine Katakan. yaitu Enggak Bunda…. nah itu sama nak… obat ade sama obat Mba fungsinya sama dengan baju ade dengan baju emba. tapi kan peruntukannya berbeda. akhirnya putri pertama ku dapat memahami penjelasan tentang dosis obat.

Ya Allah bangganya aku punya Istri yang sangat kreatif dalam menjelaskan hal hal yang oleh anak kecil masih abstrak untuk di pahaminya. semoga ini bisa bermanfaat buat yang lain…

Mengasuh Anak Sesuai Temperamennya (2) 1 Desember, 2008

Posted by exkuwin in Tumbuh Kembang.
Tags:
add a comment

Apa pentingnya mengetahui tipe temperamen Si Kecil? Menurut Roslina Verauli, M. Psi, psikolog anak dari rumah sakit Pondok Indah, Jakarta, mengetahui temperamen anak untuk tujuan pengasuhan itu sangat penting.

Dengan memahami temperamennya, orangtua bisa lebih siap menghadapi apapun reaksi anak ketika diberi perintah. Sehingga, orangtua bisa memiliki toleransi yang lebih panjang pada anak dan memberi sikap proporsional terhadap reaksi anak.

Roslina lalu mencontohkan beberapa hal yang bisa dilakukan dengan mengetahui temperamen anak. Pada anak kholeris yang tak suka diperintah, misalnya, yang bisa orangtua lakukan adalah memberi pilihan dan tak terlalu sering membantahnya.

Anak kholeris memang suka berinisiatif dan agak liar. Jika tak dibatasi kemauannya, ia suka mencari-cari apa yang membuat orang lain jengkel. Inilah sebabnya, anak kholeris sering dianggap suka menguji kesabaran dengan membantah. Jika ia berkata ‘tidak’ atau ‘tidak mau’, tanyakan apakah ia mau konsekuensi A atau B agar ia tahu, orangtualah yang menetapkan aturan demi kebaikan dirinya.

Sedangkan pada anak phlegmatis yang kurang inisiatif dan terlalu pemalu, cobalah untuk lebih memahami kekurangannya. Jangan bandingkan ia dengan anak-anak lain yang lebih berani. Sesekali orangtua perlu bertanya kenapa ia malu, dan seringlah mengajaknya berdialog. Dengan komunikasi yang baik, Anda dapat membangun keberanian pada diri anak phlegmatis.

Pada anak melankolis yang suka menangis, dramatis, dan moody, tak perlu menjadi orangtua yang permisif. Sesekali boleh saja membiarkan ia menangis hingga 2 menit lamanya untuk membuat mood-nya kembali baik.

Namun, bukan berarti Anda tak peduli atau mengabaikan anak yang menangis. Setelah ia puas menangis, kembali tanyakan apa maunya. Jika ia belum juga mau berhenti menangis, tinggalkan dan kembalilah lagi setelah 1,5 atau 2 menit.

Pada anak sanguinis yang sulit fokus pada satu aktivitas, cobalah dampingi dan ingatkan dengan penuh kasih sayang. Latih ia untuk tekun mengerjakan apa yang dilakukannya saat di rumah. Ajaklah ia untuk memiliki pertimbangan logis dengan memberi pilihan.

Misalnya, tanyakan mana yang lebih penting, menyelesaikan PR atau bermain dengan teman-teman.Setelah mengetahui trik menghadapi macam-macam temperamen anak, Anda juga perlu membenahi suasana hati bersama pasangan. Menurut Roslina, tingkat kesabaran dan kasih sayang yang Anda curahkan pada Si Kecil juga sangat dipengaruhi oleh keharmonisan Anda dan pasangan.

“Semakin baik hubungan Anda dan pasangan, bisa semakin memperpanjang batas toleransi Anda dalam menghadapi anak,” papar Roslina. Selain soal kesabaran, pola komunikasi yang harmonis dengan pasangan juga merupakan cara yang akan diadopsi dalam bentuk temperamen anak.

Jika Anda dan pasangan cukup harmonis, Si Kecil juga akan berkembang menjadi pribadi yang ekstrovert (terbuka) dan tak akan mengalami kesulitan dengan kemampuan sosialnya. Namun, jika Anda dan pasangan tidak harmonis, anak bisa berkembang menjadi introver (tertutup) dan sulit berkomunikasi.

Atau, jika Anda berdua tidak suka berdiskusi satu sama lain, maka anak juga akan menjadi kurang berani dalam berekspresi. Tetapi, jika Anda berdua suka membicarakan banyak hal dan menghargai semua pendapat, anak juga akan menjadi pribadi yang penuh inisiatif.

Yang penting, dari seluruh pola asuh itu dapat menciptakan anak yang cerdas secara emosional dan kognitif, tanpa terlalu menuntut anak menjadi pribadi yang lain. Ingat, masing-masing temperamen yang dominan ada pada sang anak merupakan bakat yang potensial baginya untuk berprestasi, sesuai dengan keunikan dalam dirinya.

Laili Damayanti
Foto: Agus Dwianto

Sumber  : Tabloid Nova

Mengasuh Anak Sesuai Temperamennya (1) 1 Desember, 2008

Posted by exkuwin in Tumbuh Kembang.
Tags:
add a comment

Siapa bilang mengasuh anak itu sulit. Bila Anda benar-benar memahami temperamennya, sebetulnya tak ada yang sulit dalam mengasuh anak.

Sebelum menyalahkan anak yang sulit, sebaiknya perlu memahami dulu siapa anak Anda. Salah satunya dengan mengetahui temperamen sang anak dominan ke jenis yang mana. Menurut Galenus, ilmuwan Yunani yang mencurahkan perhatian pada kepribadian manusia, setidaknya ada 4 kepribadian dominan yang dapat muncul pada setiap individu.

A. Kholeris
Anak tipe kholeris, memiliki temperamen mudah emosi, keras kepala, suka membantah, dan tak suka diperintah. Namun, sebetulnya anak kholeris memiliki daya juang dan optimisme yang besar. Sehingga terkesan selalu ingin dituruti kemauannya.

B. Melankholis
Anak bertemperamen melankholis yang dominan akan lebih terlihat kurang ceria, sensitif, perfeksionis, tak suka diganggu, mudah kecewa, mudah menyerah dan mudah berpindah suasana hatinya. Jika ia sedang mengerjakan sesuatu yang disukai lalu merasa terganggu, maka seketika ia bisa berubah murung.

C. Phlegmatis
Anak tipe phlegmatis agak bertolak belakang dengan anak kholeris yang sulit diperintah. Tipe phlegmatis justru merupakan anak yang setia dan penurut. Sehingga tak sulit menyuruhnya duduk, diam, atau menunggu perintah selanjutnya, meski memakan waktu berjam-jam.
Ia juga tidak agresif, cenderung lebih suka menunggu atau mengamati terlebih dahulu sebelum terlibat sesuatu. Dan jika sudah bisa menikmati aktivitasnya, ia bisa melakukannnya selama berjam-jam.
Sayangnya, anak phlegmatis seringkali sulit untuk mengaktualisasikan diri di dalam kelas. Selain itu, kekurangan yang dimiliki anak phlegmatis cenderung lebih mudah menyerah dan kecewa.

D. Sanguinis
Anak sanguinis sekilas kebalikan dari anak melankholis yang pemuram dan perfeksionis. Selain terlihat lebih penggembira dan lucu, anak sanguinis juga suka menjadi pusat perhatian atau “banci tampil”. Anak sanguinis juga dicirikan memiliki sikap penuh inisiatif.
Sehingga tak jarang ia lebih suka memulai percakapan daripada menunggu ditanyai. Namun, anak tipe ini juga agak sulit menyelesaikan satu kegiatan hingga tuntas, dan terkesan sulit fokus pada satu aktivitas. Sehingga kerap menimbulkan keluhan di bidang akademis.

Laili Damayanti
Foto: Agus Dwianto

Sumber : Tabloid Nova