RSS

Catatan Kaki untuk Instropeksi

08 Sep

“CARI-CINTA-AMPUNAN”

Bismilahi rahman nirahim

Memasuki hari ke sembilan di bulan Ramadhan 1429, dalam sebuah tausiyah yang di lakukan di Masjid di komplek saya, oleh seorang Ustad dari luar perumahan kami, beberapa catatan yang dapat saya ambil untuk selalu menjadi pengingat ” remainder diri saya pribadi antara lain :

  1. CARI: barang siapa yang mencari Ku, niscaya AKU akan mencarimu.
  2. CINTA: barang siapa diantara kamu mencintaiKU, niscaya AKU akan mencintaimu.
  3. AMPUNAN: barang siapa diantara kamu memohon ampunan dariKU, niscaya AKU akan memberikan anpunan pada mu.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering atau pernah mendengar sebuah nukilan ayat-ayat suci Al-quran yang di nyanyikan oleh penyanyi terkenal ” BIMBO” dengan syairnya ” aku jauh engkau jauh, aku dekat engkau dekat, hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa bertaruh……

Ramadah adalah bulan yang penuh dengan banyak sebutan, antara lain adalah : Bulan dimana di turunkannya Al-quran; syahrul Alquran; karena Alquran diturunkan pada bulan Ramadhan.Bulan Ibadah; syahrul ibadah yaitu bulan yang penuh dengan kegitan ibadah yang akan diberikan balasan dari Allah sesuai dengan yang Allah kehendaki, karena bulan ramadha adalah bulannya Allah. Sebutan lain untuk bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Serta Bulan yang penuh ampunan.

Apa yang dapat saya ambil dari pesan di atas adalah, salah satu sabda Rasululoh Muhammad S.A.W, Jikalau umat ku tahu tentang rahasia bulan ramadhan, niscaya umatku menginginkan kalau seluruh bulan dalam satu tahun di minta untuk di jadikan bulan ramadhan.

Secara garis besar, bulan Ramdhan terbagi dalam tiga fase, fase pertama yaitu fase sepuluh hari pertama, atau yang dikenal dengan fase rahmatan yaitu fase kasih sayang dimana barang siapa mau melakukan puasa dengan mengikuti segala amalan-amalan baik di fase ini akan di berikan kasih sayayang, dan tentunya adalah akan mendapatkan kasih sayang dari Allah. Fase kedua adalah Magfirah

fase ampunan, yaitu fase dimana Allah akan membukan pintu seluas luasnya untuk memberikan ampunan kepada umatnya yang mau memohon ampun, atas segala salah dan dosa yang telah diperbuatnya kepada Allah, s.w.t. tentunya
saya yang harus aktif memohon ampun kepadaNya ( Insya Allah saya selalu di Ingatkan untuk terus memohon ampun). Fase ketiga
fase dimana akan di Jauhkan dari siksa api neraka.

Maka apa bila saya sebagai umat sadar betul dan penuh ihklas menjalankan perintah dan sunatullah, maka nanti di hari setelah akhir Ramadhan akan mendapat kemenangan serta kita semua yang menjalankan ramdhan akan kembali kepada kesucian yang hakiki atau yang para ulama mengatakan ibarat ” bayi yang baru lahir, bak kertas putih dan bersih tanpa noda. ” dan langkah selanjutnya adalah perang yang lebih berat karena apakah saya kan mampu mempertahankan kualitas ketaqwaan saya seperti halnya banyak orang lakukan pada saat saya menjalani di bulan Ramadha.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuk pada saya, catatan kaki ini khusus saya tujukan pada diri pribadi exkuwin, sebagai sebuah catatan Instropeksi diri, apa yang benar dalam catatan ini adalah semata-mata datang dari Allah dan apa yang salah dalam catatan ini semata mata datang dari saya pribadi atas kemalasan saya untuk terus mengkaji dan selalu mencintai Islam, amin….

Hari Ke sembilan Ramadha, 1429.

 

Tentang exkuwin

hampir setengah hidupku khususnya Masa kecil aku habiskan disebuah Desa yang bernama " Kamulyan di kecamatan Kuwarasan, Kebumen, Jawa Tengah, walaupun aku terlahir kurang lebih 10 km dari tempat orang tua tinggal sekarang yaitu di sebuah desa yang bernama PRINGTUTUL Sekarang aku telah mempunyai 1 orang istri dengan dua orang anak yang menempati salah satu sudut di muka bumi ini tepatnya di Daerah Depok, Grand Depok City Sektor Azalea Blok W1 / 17. Melalui blog ini sama seperti yang ada dalam tagline : " aku bisa berbuat untuk orang lain dengan cara yang berbeda " salam, Wien
3 Comments

Posted by pada 8 September, 2008 in Introspeksi Diri

 

Kaitkata:

3 Respon untuk Catatan Kaki untuk Instropeksi

  1. susi

    11 September, 2008 at 8:10 am

    Tulisan mu adalah pengingat bahwa masih ada beberapa minggu sampai berakhirnya Ramadhan & Insya Allah masih ada waktu buat kita mendapatkan berkah di bulan Ramadhan. Segala sesuatu berawal dari niat. Semoga kita selalu berniat baik dalam ucapan maupun perbuatan. Iman seseorang memang naik turun. Hanya kita yang bisa memaintain kadar Iman & Taqwa kita. Sabar menjalani dan Ikhlas menerima hidup bukanlah hal mudah. Berserah diri pada Nya mungkin salah satu jawabannya.

     
  2. exkuwin

    11 September, 2008 at 9:00 am

    Ya ayooo …. kita sekarang dalam periode sepuluh hari kedua … bulan yang penuh Magfirah…. ampunan ….. ayo tobat… biar kita di ampuni…

     
  3. Abi Thoriq al Andalassy

    23 Agustus, 2009 at 8:31 am

    Syukran katsiran wa jazakumullahu khairan katsir… You’ve remind us about our duty n lucky in Ramadhanan Mubarak

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.